Home » Akhbaar » Ulama Al-Azhar Kecam Serial TV Iran yang Hina Sahabat Nabi

Ulama Al-Azhar Kecam Serial TV Iran yang Hina Sahabat Nabi

Ulama Al-Azhar mengecam keras pemerintah Iran yang mengizinkan sebuah serial TV yang saat ini sedang tayang di Iran, di mana dalam serial TV itu juga menghina sahabat nabi SAW, Abdullah bin Zubair, dan menekankan Al-Azhar tidak bisa menerima penghinaan terhadap para sahabat Nabi SAW. Juru bicara Al-Azhar Asy-Syarif, Muhammad At-Thahthawi dalam mengomentari penghinaan terhadap sahabat Nabi Saw, mengatakan: “Al-Azhar tidak bisa menerima penghinaan terhadap sahabat Rasulullah SAW, termasuk terhadap istri-istrinya.”

Juru bicara Al-Azhar ini menurut sura kabar Al-Syarq Al-Awsath dengan tegas menyerukan agar Iran menghentikan serial tersebut karena dapat menyulutu ketegangan sektarian.

Sementara itu, Dr. Muhammad Utsman, anggota dari Lembaga Riset Islam Al-Azhar (Majma Al-Buhuts Al-Islamiyah) menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk menghormati para sahabat Rasulullah Saw karena para sahabat itulah perantara antara kita (umat Islam) dengan Nabi Muhammad Saw.

Sedangkan Syaikh Mahmud Ansyur, yang merupakan mantan anggota Lembaga Riset Islam Al-Azhar menyatakan bahwa sejak dahulu Al-Azhar menolak untuk memvisualisasikan para nabi, termasuk sahabat nabi Muhammad Saw dan haram hukumnya melakukan hal tersebut.

Sebelumnya ulama sunni Iran telah mengeluarkan fatwa Haram menonton serial TV yang sedang diputar di Iran yang bercerita tentang seorang pemimpin Syi’ah yang menyiapkan gerakan di kota Kufah pada tahun 686 M, untuk membalas kematian Imam Hussein.

Serial bertajuk “Mukhtar Nameh” (Pesan dari Mukhtar) menunjukkan bagaimana kaum Syi’ah selalu dianiaya dan teraniaya sepanjang sejarah dan bagaimana penderitaan kaum tertindas yang sering dihantui oleh para penindas.

Pemberontakan dilaporkan dimulai pada tahun 686 Masehi dari Kufah, dan tokoh dalam serial TV ini yang bernama Mukhtar berada di penjara ketika pertempuran Karbala berlangsung. Ketika Mukhtar mengetahui tentang apa yang terjadi dalam pertempuran Karbala, ia berangkat untuk membalas kematian Imam Hussein.

Al-Mukhtar dilaporkan menangkap sejumlah orang yang diduga membunuh Imam Hussein dan rekan-rekannya dalam tragedi Karbala.

Pemimpin Muslim Sunni di wilayah Sistan-Baluchistan Molawi Abdul-Hamid mengatakan, “Pemimpin Syi’ah Ali Khamenei baru-baru ini mengeluarkan fatwa yang melarang menghina simbol dan kesucian Sunni Muslim, namun radio dan instansi televisi di Iran, yang pimpinannya diangkat oleh pemimpin tertinggi Syi’ah, telah mengabaikan Fatwa tersebut. ”

“Bagaimana kami bisa mengharapkan lembaga pemerintah mentaati fatwa itu,” tambahnya, meminta segera dihentikannya penyiaran film tersebut karena kandungan isinya yang katanya menghina para sahabat Nabi Muhammad, termasuk Abdullah Ibnu Zubair.

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ulama-al-azhar-kecam-serial-tv-iran-yang-hina-sahabat-nabi.htm

Check Also

Dialog Kiai dan Sangidi tentang Miss World

Kiai tidak punya kuasa. Bagaimana mau memaksakan? Yang memaksakan Miss World yang punya uang dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *