Home » Tag Archives: ridwan (page 2)

Tag Archives: ridwan

Kaidah Mempelajari Sirah (6)

KAIDAH KEENAM: MEMAHAMI BAHASA ARAB DAN SELUK BELUKNYA. Tulisan-tulisan pada zaman-zaman awal memiliki keistimewaan kekuatan susunan bahasa, keteraturan makna, keruntutan kata-katanya dan konsisten dengan susunan bahasa Arab dan madzhab-madzhabnya dalam memberikan penjelasan. [Abu Syahbah, As Sirah An Nabawiyah 1/26].

Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (5)

PRINSIP KELIMA: MENGETAHUI DAN MENYADARI KETERBATASAN AKAL UNTUK MENERIMA DAN MENOLAK NASH-NASH. Beberapa orang yang mempelajari –terutama dari kalangan orientalis dan yang terpengaruh pemikiran mereka- berpendapat bahwa para ulama Islam telah mengabaikan kritik matan (teks), yang diakibatkan karena mereka tidak punya kemampuan (akal) untuk menganalisa. Ini tidak benar. Berikut ini akan kita sebutkan beberapa contoh penilaian sejarah yang dilakukan oleh …

Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (4)

PRINSIP KEEMPAT: MENELITI KEMUDIAN MENGAMBIL RIWAYAT-RIWAYAT YANG SHAHIH DALAM MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN ‘AQIDAH DAN SYARI’AH. Ada dua pendapat yang terkenal dari ulama tentang penelitian riwayat sirah nabawiyah: 1. Ada yang tidak merasa perlu meneliti riwayat tersebut dan membolehkan menggunakan semua riwayat sirah. Mereka beralasan bahwa para penulis sirah tidak menggunakannya dan tidak berusaha secara sungguh-sungguh menggunakannya. Mereka berargumen dengan …

Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (3)

PRINSIP KETIGA: MENEMPATKAN AL QUR`AN SEBAGAI SUMBER PERTAMA DALAM MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI SIRAH Ada beberapa kelebihan dalam mempelajari sirah nabawiyah melalui al Qur`an, diantaranya: – Mempelajari Al Qur`an adalah ibadah yang agung. – Al Qur`an mencakup beberapa informasi rinci yang tidak terdapat pada sumber-sumber lain, seperti pada kejadian pernikahan Zainab –-radliyallaahu ‘anha- – Informasi yang teliti dalam menceritakan kejadian dan …

Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (2)

KAIDAH KEDUA: MENINGGALKAN PRINSIP MENCARI PEMBENARAN Hendaknya Sirah Nabawiyah berangkat dari keyakinan terhadap kejayaan Islam dan Islamlah satu-satunya yang berhak menjadi hukum dan memimpin, Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa tidak menerima agama selain Islam serta keyakinan bahwa hal itu tidak bisa difahami melainkan dengan mempelajari sirah. Oleh karena itu harus dihindari ‘inhizaamiyah’ perasaan (bahwa Islam ini) kalah (dari yang lainnya), dalam …

Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (1)

KAIDAH PERTAMA: MEMAHAMI HAKEKAT ISLAM DAN MANHAJNYA YANG MENYELURUH Kiadah ini sangat penting bagi orang yang ingin membaca secara tematis kejadian-kejadian sirah nabawiyah sehingga memberikan kemampuan untuk bisa memahami kejadian dengan benar, meneliti sebab-sebabnya, latar belakangnya dan melakukan penafsiran kejadian tersebut yang sesuai dengan ruh Islam. Diantara yang harus diperhatikan “adalah sisi tasyri’ (penetapan syari’at) yang menjadi landasan hukum masyarakat, …

Read More »

Masbuq Dalam Shalat Gerhana

Apakah batasan seseorang telah dikatakan masbuq dalam shalat gerhana? Jawaban: Berikut ini petikan penjelasan terkait masalah ini, yang diambilkan dari buku Bughyatul Mutathowwi’ fi Shalaati at Tathawwu’ karya Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazamul

Read More »

Apakah Shalat Gerhana dilakukan dengan suara jahar (keras)?

Pertanyaan: Apakah shalat gerhana dilaksanakan dengan suara yang keras (jahar) atau pelan (sir)? Jawaban: Berikut ini petikan penjelasan terkait masalah ini, yang diambilkan dari buku Bughyatul Mutathowwi’ fi Shalaati at Tathawwu’ karya Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazamul

Read More »

Tata Cara Shalat Gerhana

SHALAT GERHANA Pertanyaan: Bagaimana tata cara shalat gerhana yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Jawaban: Berikut ini, kami sampaikan tata cara shalat gerhana yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana paparan Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan dalam buku beliau al Mulakhkhash al Fiqhi (1/283-284).

Read More »

AKHLAK ORANG YANG BERJIWA BESAR (Bag. V)

Sekarang mari kita tengok contoh ketiga, yakni dari diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, saat bermuamalah dengan Abdullah bin Ubay bin Salul. Abdullah bin Ubay terkenal sebagai tokoh kaum munafiqin di masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Semua orang tahu, bahwa Abdullah bin Ubay ini adalah ra’sul munafiqin, imamnya orang-orang munafiq, sebagaimana ditunjukkan oleh sikapnya terhadap Islam. Saat perang Muraysi’ pecah, dia …

Read More »