DERAJAT HADITS KEUTAMAAN BERGEMBIRA MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
September 4, 2010 – 12:44 am | No Comment

SOAL: assalamu alaikum.. ana mau tanyakan tentang hadist  ”kegembiraan seseorang menanti bulan ramadhan adalah surga” apa shahih sukran jazakumullahu khairan (Abdul Mun’im)
JAWAB: Wa’alaikum salam warahmatullah, teks hadits yang antum sebutkan belum kami dapatkan dalam buku-buku …

Read the full story »
Akhbaar

Terkini yang perlu diketahui.

Akhlak

Sebaik-baik manusia bagi yang lainnya.

Belajar Islam

Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan.

Fiqih Ramadlan

Bekal-bekal menyambut Ramadlan sebagaimana mestinya.

Peradaban

Mewujudkan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin.

Home » Aqidah, Pertemuan Ke-2

Sumber-sumber Aqidah Yang Benar dan Manhaj Salaf dalam mengambil Aqidah

Submitted by admin on February 24, 2010 – 9:30 pmNo Comment

Aqidah adalah tauqifiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalam­nya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas kepada apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebab tidak seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah sendiri. Dan tidak seorang pun sesudah Allah yang lebih mengetahui tentang Allah selain Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.

Oleh karena itu manhaj Salafus Shalih dan para pengikutnya dalam mengambil aqidah terbatas pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maka segala apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sun­nah tentang hak Allah mereka mengimaninya, meyakininya dan men­gamalkannya. Sedangkan apa yang tidak ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah mereka menolak dan menafikannya dari Allah. Karena itu tidak ada pertentangan di antara mereka di dalam i’tiqad. Bahkan aqidah mereka adalah satu dan jama’ah mereka juga satu.

Karena Allah sudah menjamin orang yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya dengan kesatuan kata, kebenaran aqidah dan kesatuan manhaj. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, …” (TQS. Ali Imran: 103)

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barang­siapa yang mengikut petunjukKu, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (TQS. Thaha: 123)

Karena itulah mereka dinamakan firqah najiyah (golongan yang selamat). Sebab Rasulullah telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat, ketika memberitahukan bahwa umat ini akan terpecah men­jadi 73 golongan yang kesemuanya di Neraka, kecuali satu golongan. Ketika ditanya tentang yang satu itu, beliau menjawab: “Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini, dan para sahabatku.” (HR. Ahmad)

Kebenaran sabda baginda Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam tersebut telah terbukti ketika sebagian manusia membangun aqidahnya di atas landasan selain Kitab dan Sunnah, yaitu di atas landasan ilmu kalam dan kaidah-kaidah manthiq yang diwarisi dari filsafat Yunani dan Romawi maka ter­jadilah penyimpangan dan perpecahan dalam aqidah yang mengakibatkan pecahnya umat dan retaknya masyarakat Islam.

Sumber: Kitab Tauhid 1, karya DR Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan, hal 6-7.

  • Share/Bookmark

Related posts:

  1. Makna Aqidah Dan Urgensinya Sebagai Landasan Agama

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.