Home » Akhbaar » STUDI DI ARAB SAUDI

STUDI DI ARAB SAUDI

Kerajaan Saudi Arabia, semenjak zaman Raja Abdul Aziz Rahimahullah telah mencurahkan perhatian khusus terhadap dunia pendidikan. Hal itu terlihat dan terbukti dengan didirikannya Direktorat Ilmu Pengetahuan pada tahun 1344 H/1925 M, dan pengiriman mahasiswa ke luar negeri sejak tahun 1346 H/1927 M. Pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz juga dibangun sejumlah sekolah negeri di berbagai wilayah dalam negeri. Beliau juga memberikan perhatian khusus untuk pendidikan tinggi (universitas), khususnya membuka Fakultas Syariah di kota Makkah Al Mukarramah tahun 1368 H/1949 M.

Kemudian pada tahun 1373 H/1953 M berdirilah Kementerian Ilmu Pengetahuan, (cikal bakal Kementerian Pendidikan dan Pengajaran saat ini), yang telah membawa kemajuan besar bagi pendidikan formal, jumlah siswa pun  meningkat tajam dan pembangunan sekolah-sekolah serta lembaga pendidikan mencakup seluruh wilayah kota dan propinsi menjadikannya Negara yang perkembanganpendidikannya paling maju. Sektor pendidikan pun mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar dari pemerintah dalam Rencana Pembangunan Limatahunan sehingga jumlah siswa dalam setiap jenjang pendidikan formal mencapai 4.557.000 siswa tersebar pada lebih dari 20.000 sekolah di berbagai kota dan propinsi. Jumlah tenaga pengajar mencapai 200.000 guru. Selain itu, terdapat bidang pendidikan lain seperti Pendidikan Kejuruan yang juga terus mengalami peningkatan, jenis pendidikan ini mampu membentuk dan menyiapkan masyarakat Saudi yang memiliki kemampuan serta skill di berbagai bidang keahlian.

Pada tingakat Universitas pun mengalami peningkatan sangat pesat sejak berdirinya universitas pertama di Saudi Arabia, yakni Universitas King Saud di Riyadh tahun 1377 H/1957 M,. jumlah universitas pun terus bertambah dari waktu ke waktu dan bervariasi. Universitas-universitas itu tersebar di sebagaian besar wilayah dalam negeri, antara lain: Universitas King Abdul Aziz (King Abdul Aziz University) di Jeddah (1967M), Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud (Imam Muhammad bin Saud Islamic University) di Riyadh (1974M), Universitas Islam di Madinah Al Munawwarah (Islamic University of Medina, 1961M), Universitas Ummul Quraa (Ummul Qura University) di Mekkah Al-Mukarramah (1979M), Universitas King Fahd untuk Ilmu Perminyakan dan Pertambangan di Dahran, Universitas King Faisal di Al-Ahsaa, Universitas King Khaled di Asir, Universitas Thaiba di Madinah Al-Munawwarah, Universitas Thaif, Universitas Al-Qashim, Universitas Jizan dan Universitas Al-Jauf. Di samping itu, masih terdapat pendidikan sejenis Institut Keguruan (Kulliyatul-Mu’allimin) dan Pendidikan Khusus Wanita yang tersebar di berbagai kota di seluruh Saudi Arabia.

Umumnya universitas-universitas di Arab Saudi menetapkan syarat bagi calon mahasiswa yang hendak mendaftarkan diri, bahwa calon mahasiswa yang bersangkutan harus kewarganegaraan Saudi. Sedangkan calon mahasiswa asing yang hendak mendaftarkan diri, diharuskan mempunyai beasiswa resmi dari universitas yang dituju. Oleh karena itu, bagi mahasiswa asing yang hendak mendaftarkan diri di suatu universitas tertentu, harus mengajukan permohonan bea­siswa kepada universitas yang bersangkutan. Jika universitas tersebut menerima permohonan beasiswanya, maka secara otomatis mahasiswa tersebut bisa dikatakan telah diterima sebagai mahasiswa unversitas ter­sebut. Syarat pengajuan beasiswa pada umumnya sama seperti syarat untuk mendaftar ke universitas. Hanya saja, berkas-berkas pengajuan beasis­wa yang dikirimkan lebih baik berbentuk fotokopi (bukan berkas asli). Jika diterima, berkas asli diserahkan langsung ke universitas bersangkutan saat mahasiswa tersebut diterima.

Pemerintah Arab Saudi memberikan fasilitas yang cukup lengkap dan memadai bagi para mahasiswa yang belajar di universitas-uni­versitasnya, baik yang berkaitan dengan kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler.  Fasilitas ruang belajar full AC, dosen-dosen yang kompe­ten dan berpengalaman, perpustakaan yang lengkap, suasana kampus yang asri, diklat kuliah gratis (sebagian universitas memberikan bantuan dalam bentuk uang buku per-tahun), sarana olah raga dan kesehatan, beasiswa perbulan yang berkisar antara SAR. 842-2.500, tiket pesawat pulang pergi setiap liburan musim panas, dan sebagainya. Begitu pula asrama mahasiswa yang sangat nyaman dengan fasilitasnya yang lengkap mulai dari tempat tidur dan seluruh perlengkapannya, lemari pakaian, meja belajar dan lain-lain.

———————————

Tulisan ini disusun atas permintaan beberapa ikhwah terutama siswa Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Sumber tulisan ini dikumpulkan dari berbagai referensi terutama situs resmi Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta, situs resmi universitas Islam Madinah, serta pengalaman selama belajar di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah antara akhir tahun 1993M sampai pertengahan tahun 1998M.

Check Also

014. Syarah Waraqat – Definisi Dzan dan Syak

Definisi al Dzan dan al Syak Bahasan ini merupakan bahasan terakhir sebelum masuk ke bahasan …

5 comments

  1. Assalamu’alaikum,,,,
    Saya tertarik, tapi apa saja syarat2nya untuk mendapatkan beasiswa??
    syukron

  2. Wa’alaikumussalaam..
    Berikut ini sebagian informasi terkait dengan persyaratan yang diperlukan.
    Insya Allah, akan dijelaskan lebih lengkap pada tulisan berikutnya.
    Syarat-Syarat Pengajuan Beasiswa untuk Program S1:
    1. Foto copy ijazah Madrasah Aliyah, SMA atau yang setara, baik dari Saudi maupun luar Saudi.
    2. Umur ijazah tersebut tidak lebih dari lima tahun sejak dikeluarkan.
    3. Foto copy transkrip nilai, dengan nilai rata-rata ijazah tidak kurang dari 8 (delapan), kecuali bagi mahasiswa yang ingin mendaftar di Fakultas AI-Qur’an maka nilai rata-rata ijazah¬nya tidak kurang dari 7 (tujuh).
    4. Foto copy surat kelakuan baik dari sekolah asal.
    5. Foto copy akta kelahiran.
    6. Surat keterangan kesehatan dari dokter.
    7. Dua buah rekomendasi dari lembaga atau tokoh yang dikenal pihak universitas.
    8. Seluruh berkas diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
    9. Hafal AI-Qur’an 30 juz bagi mahasiswa yang hendak masuk Fakultas AI-Qur’an.
    10. Bukan mahasiswa yang dikeluarkan drop out (DO) dari kampus lain, karena masalah perilaku atau akademis.
    11. Usia maksimal pada saat diterima adalah 25 tahun.
    12. Pasfoto 4 x 6 (6 lembar).
    13. Bersedia menaati semua peraturan yang berlaku di Universitas.

  3. Ada Ma’had al Haram al Madani di Masjid Nabawi Madinah dan Ma’had al Haram al Makki di Masjidil Haram Mekah.

  4. Wa’alaikumussalaam.
    Setahu kami, untuk program yang antum tanyakan itu, belum ada.

  5. subhanallah.. ana juga ingin sekali bisa kuliah di sana seperti ustad..