|

Kaidah Mempelajari Sirah (6)

KAIDAH KEENAM: MEMAHAMI BAHASA ARAB DAN SELUK BELUKNYA.


Tulisan-tulisan pada zaman-zaman awal memiliki keistimewaan kekuatan susunan bahasa, keteraturan makna, keruntutan kata-katanya dan konsisten dengan susunan bahasa Arab dan madzhab-madzhabnya dalam memberikan penjelasan. [Abu Syahbah, As Sirah An Nabawiyah 1/26].
Maka orang yang mempelajari sirah nabawiyah perlu memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa Arab dan seluk beluknya agar dapat berinteraksi dengan riwayat-riwayat sirah nabawiyah, sebab yang dituntut adalah mampu memahami dan istimbath (mengambil hukum dan pelajaran) dari sirah berdasarkan kaidah-kaidah bahasa Arab tanpa ada unsur memaksakan diri dalam membuat penafsirannya. [Lihat apa yang ditulis oleh DR Akram Dliya’ al ‘Umari dalam sirah 1/20].

—-
* Materi ini pernah dipublikasikan oleh ustadz Ridwan Hamidi, Lc dalam berbagai kesempatan kajian sejak bulan Mei tahun 2001, antara lain di kajian rutin Yayasan al Hikmah Bandung, kajian umum yang diselenggarakan oleh Wahdah Islamiyah Bandung, kajian umum di Masjid Pogung Raya Yogyakarta dan beberapa tempat lain.

Share

Related posts:

  1. Kaidah Mempelajari Sirah (1)
  2. Kaidah Mempelajari Sirah (3)
  3. Kaidah Mempelajari Sirah (2)
  4. Kaidah Mempelajari Sirah (4)
  5. Kaidah Mempelajari Sirah (5)

Short URL: http://ustadzridwan.com/?p=59

Posted by admin on Feb 7 2010. Filed under Prinsip Belajar Sirah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

120x600 ad code [Inner pages]
300x250 ad code [Inner pages]

Recently Commented

  • Neky elfera: thanks for your inform…….. barokallah ‘alaika.. Wa jaza kumullhafikhoirriiii
  • nurul laily: subhanallah.. ana juga ingin sekali bisa kuliah di sana seperti ustad..
  • Herri: Terimakasih… sangat bermanfaat… Wassalam. Wr. Wb
  • yudha nhara: ijin copy
  • asma: assalamualaikum wr wb jazakalloh khoir ustadz artikel hadis-hadisnya, bermanfaat banget buat ana