Home » Akhbaar » Jogja Muslim Fair 2010 dan Peduli Merapi

Jogja Muslim Fair 2010 dan Peduli Merapi

Jogja Muslim Fair 2010 yang berlangsung tanggal 7-13 Desember di Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta merupakan ketiga kalinya diselenggarakan dan menjadi penutup Jogja Muslim Fair yang berlangsung selama tahun 2010.

Ada 80 stand yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu dari stand buku, busana muslim hingga makanan, kata Seksi Acara Jogja Muslim Fair 2010 Abdul Wahab pada Republika, Kamis sore(9/12) di Mandala Bhakti Wanitama Yogyakarta. Jogja Muslim Fair yang ketiga ini semula urung diselenggarakan karena dikhawatirkan tak banyak pengunjungnya karena di Yogyakarta sedang mengalami bencana Merapi. Namun akhirnya dilaksanakan juga sekalian menggalang dana untuk korban Merapi dengan menyediakan kotak solidaritas korban Merapi.

Di samping itu sekitar lima persen keuntungan yang masuk akan disumbangkan kepada korban Merapi, kata Wahab menambahkan. Tujuan diselenggarakan Jogja Muslim Fair 2010 adalah agar masyarakat Yogyakarta khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya suka membeli buku dan membaca buku.

Acara yang diharapkan  menarik pengunjung Jogja Muslim Fair 2010 adalah  Talkshow  “Strategi Perang Amerika Pasca 11 September” bersama mantan tentara Amerika Jerry D. Gray yang juga mengarang buku tentang Tragedi 11 September. Dia sudah menjadi muamallaf yang akan berbicara  Kamis (9/12)  pukul 19:00-21:00.  ”Diharapkan ada sekitar 300 undangan yang akan hadir seperti yang pernah kami selenggarakan dalam pameran Solo Muslim Fair September lalu,”tutur Wahab.

Menurut dia, selama tahun 2010 Jogja Muslim fair yang pertama diselenggarakan pada bulan Maret dan yang kedua diselenggarakan bulan Agustus. Dibandingkan penyelenggarakan sebelumnya Jogja Muslim Fair yang ketiga ini pengunjungnya lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraaan yang pertama dan kedua. Karena sekarang  sedang musim hujan.

Hal ini juga diakui oleh Pelaksana Pameran dari Distributor buku UD Pustaka Barokah, Adam. Dibandingkan penyelenggaraan pameran sebelumnya dan pada bulan September di Solo, pengunjung saat ini lebih sedikit, karena musim hujan. Sehingga buku yang terjual pun juga tidak begitu banyak. ”Waktu di Solo penjualan buku rata-rata Rp 89 juta per hari, sedangkan di sini rata-rata Rp 10 juta per hari,”kata dia.

Pada waktu penyelenggaraan di Jogja Muslim Fair yang pertam dan kedua rata-rata jumlah pengunjung sekitar 4000 orang per hari, sedangkan pada penutupan Jogja Muslim Fair 2010  pada hari pertama jumlah pengunjung mencapai 5000 orang, hari kedua dan ketiga rata-rata 2000 orang per hari.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/10/12/09/151385-jogja-muslim-fair-2010-dan-peduli-merapi

Check Also

STRATEGI KELOMPOK OPOSISI MENJATUHKAN PRESIDEN MURSI

  STRATEGI KELOMPOK OPOSISI MENJATUHKAN PRESIDEN MURSI   Sebelum berbicara tentang strategi kelompok oposisi di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *