Home » Belajar Islam » Featured » Feminisme: Warisan Sampah Barat

Feminisme: Warisan Sampah Barat

Feminisme dan Liberalisme merupakan paket yang sangat berbahaya. Ahad (10/06/2012), Henri Sholahuddin, MA., yang merupakan salah satu anggota MIUMI, berbagi tentang Liberalisme yang lebih spesifik kepada Feminisme. Beliau mengungkap secara detail ilmu yang sedang hangat menyebarkan kerancuan ini.

“Akidah adalah pondasi, kalau pondasi rusak maka bangunan akan rapuh.” Begitulah penggalan kalimat yang mengawali tausiyah ustadz Henri dalam kuliah dhuha yang diadakan di AQL Islamic Center hari Minggu, 10 Juni 2012.

“Feminisme adalah produk liberalisme yang merupakan trauma orang barat kepada Tuhannya”, tandas ust Hendri dalam tausiyah singkatnya tersebut. Feminisme dipicu oleh ketertindasan terhadap wanita yang ada di barat dengan adanya inquisisi.

Beliau juga menyebutkan bahwa sebenarnya istilah gender itu berasal dari barat yang diadopsi dan diterjemahkan begitu saja ke dalam bahasa Indonesia yang pelaksananya pun dipaksakan dari tingkat menteri sampai bupati/walikota.

Apa sih dibalik istilah gender itu sendiri?

1) Untuk meruntuhkan anggapan bahwa karakteristik laki-laki & perempuan lebih ditentukan secara biologis ketimbang sosial dan kultural
2) Diarahkan untuk menyamai/menyaingi bahkan merebut peran laki-laki di ranah publik. Sebab perempuan cenderung dikategorikan sebagai simbol yang lemah dan bergantung
3) Konsep gender yang dibentuk secara sosial dimaksudkan untuk tidak melihat perempuan sebagai kebalikan dari laki-laki yang lebih cocok untuk melahirkan anak, mengasuh, dan merawat

Sebenarnya gender bukanlah sesuatu yang kita miliki dari lahir tapi suatu pekerjaan sosial yang dilakukan di ranah publik. Perbedaan laki-laki dan perempuan dibedakan bukan atas jenis kelaminnya tapi peran sosial yang dia lakukan di masyarakat.

Dengan masuknya paham-paham liberalisme tersebut, terjadilah kebingungan di kalangan umat:

– ahli tahajjud tapi pikirannya Marxist
– getol puasa tapi pendukung sekularisme
– percaya rukun iman, tapi ragu akan isi al-Quran
– berjilbab tapi memandang syariah bias gender, bahkan menghalalkan lesbian
– memahami tauhid tapi pola pikirnya tidak tauhidi (integral)

Keserasian menghasilkan keterpaduan yang utuh & ketentraman lahir batin. Ia mengubur iri dan ambisi untuk merebut apa yang dimiliki orang lain. Keserasian lahir dari perbedaan. Setiap pebedaan diperankan sesuai dengan fungsi dan kapasitasnya.

Sebaliknya istilah “kesetaraan gender” sering diekspresikan sebagai ketidakpuasan untuk menuntut kesamaan peran dan kedudukan.

Dalam bukunya yang berjudul “Indahnya keserasian Gender dalam Islam”, ust Henri menyebutkan bahwa serasi itu indah. Serasi tidak harus sama dan tidak menuntut kesamaan dan persamaan, apalagi penyamaan. Sebaliknya apa yang diperjuangkan oleh penganut paham liberalis yang mengaku memperjuangkan hak-hak kaum feminis yang mengangkat lesbianisme sebagai simbol kemandirian akan menghancurkan institusi sebuah keluarga.

Wallahu a‘lam bishawab.

http://miumipusat.org/index.php?option=com_content&view=article&id=131%3Afeminisme-warisan-sampah-barat&catid=34%3Anews&Itemid=63&lang=en

Check Also

bekas_bangunan_sekolah_st_margaret_di_newington_skotlandiA

Aparat Gerebek Markas Syiah di Selangor

  Selangor -Aparat dari Departemen Agama Islam Selangor (JAIS) menggerebek markas Syiah yang berlokasi di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *