Home » Akhbaar » (Dampak Sanksi Barat) Iran Mulai Melemah

(Dampak Sanksi Barat) Iran Mulai Melemah

 

Minggu, 12 Februari 2012

 

INILAH.COM, Teheran – Dampak sanksi Barat terhadap Iran mulai terlihat. Negara ini terpaksa melakukan barter harta bendanya demi makanan.

Menurut laporan para pedagang komoditas, Iran menawarkan cadangan emasnya yang disimpan di berbagai negara atau tanker-tanker penuh minyak bumi dengan bahan pangan untuk 74 juta penduduknya.

Kesulitan membiayai impor menyebabkan terjadinya kenaikan harga bahan pangan pokok. Hal ini membuat rakyat yang beberapa pekan lagi akan melaksanakan pemilu, menyoroti kebijakan ekonomi Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Sanksi baru yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk menghukum Iran atas program nuklirnya itu sebenarnya tak melarang menjual bahan pangan. Namun, transaksi internasional dipersulit, terutama karena Iran harus membayar.

Media Reuters melakukan survei terhadap pedagang komoditas di seluruh dunia yang bertransaksi dengan Iran. Sejak awal tahun ini, menurut survei itu, Iran kesulitan mengimpor bahan pokok seperti beras dan minyak goreng.

Mata uang Iran juga mulai melemah seiring kenaikan bahan pokok. Importir bahan pokok di Iran berusaha tetap berdagang dengan beberapa negara Arab, salah satunya Uni Emirat Arab (UEA), namun dihentikan UEA karena sanksi Barat.

Kini diketahui, Iran berdagang menggunakan mata uang minyak seperti yen Jepang, won Korea Selatan dan rupee India. Sayangnya, berdagang seperti itu menyebabkan kesulitan repatriasi keuntungan bagi pedagang.

Baru pekan ini terungkap pedagang Iran akhirnya memutuskan kembali ke cara lama, yakni barter tanpa melibatkan mata uang untuk menghindari sanksi. Ini berarti, Iran benar-benar butuh membeli bahan pangan dan mengatasi pembatasan finansialnya.

“Transaksi bahan pangan dibayar dengan emas dan mereka menawarkan barter. Beberapa perusahaan besar juga melakukannya,” ujar seorang pedagang bahan pangan di Eropa yang tak mau namanya disebut.

Pedagang komoditas di Asia, terutama sumber 90% pasokan minyak kelapa sawit (CPO) dunia seperti Indonesia dan Malaysia, juga menghentikan ekspor ke Iran karena khawatir negara itu takkan bisa membayarnya.

“Yang jelas, perusahaan Singapura sudah menghentikan ekspor. Kami tak mau dekat-dekat Iran dulu pada masa-masa seperti ini, terlalu berisiko,” ujar satu pedagang Singapura yang mengapalkan CPO Indonesia ke Iran dan Timur Tengah.

Masa-masa perekonomian yang sulit ini dirasakan warga Iran saat negara sedang mempersiapkan pesta demokrasi dan pemerintah sedang membahas pelaksanaan diplomasi nuklirnya terhadap Barat.

AS dan Eropa berpendapat, perlu ada sanksi untuk mendorong Iran sebelum negara ini mengumpulkan material yang cukup untuk membuat bom atom. Namun, Iranselalu bersikeras program nuklirnya bertujuan damai.

Selama ini, pejabat Iran menyangkal sanksi Barat berpengaruh secara meluas terhadap perekonomian mereka. Bahkan, rakyat juga dikatakan mendukung para pemimpinnya melalui apapun perlakukan Barat. [mdr]

 

http://m.inilah.com/read/detail/1829142/iran-mulai-melemah

 

Check Also

STRATEGI KELOMPOK OPOSISI MENJATUHKAN PRESIDEN MURSI

  STRATEGI KELOMPOK OPOSISI MENJATUHKAN PRESIDEN MURSI   Sebelum berbicara tentang strategi kelompok oposisi di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *