Home » Prinsip Belajar Sirah
You are browsing entries filed in “Prinsip Belajar Sirah”
PRINSIP KESEPULUH: MENENTUKAN TUJUAN MENULIS DAN SASARAN YANG AKAN MEMANFAATKAN TULISAN Bagi orang yang akan menulis sirah harus mengetahui orang-orang yang akan menjadi sasaran tulisannya dan memahami metode (susunan bahasa) yang tepat bagi mereka. Oleh karena itu dia harus menentukan tujuannya menulis sirah tersebut, apa yang dia inginkan: penyelesaian baru (terhadap masalah), memaparkan kejadian-kejadian dengan [...]
February 11th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
KESEMBILAN: MEMBERIKAN HAK YANG TEPAT KEPADA RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, TIDAK BERLEBIHAN DAN MENYIMPANG. Ada dua kelompok yang menyimpang dari sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan manhaj salaf dalam mempelajari sirah nabawiyah: Kelompok yang tidak memberikan hak Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana mestinya, misalnya dalam hal menghormati, menghargai dan mengagungkannya. Mereka mempelajari [...]
February 10th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
KEDELAPAN: PERASAAN YANG TULUS. Termasuk prinsip dalam menulis dan mempelajari sirah nabawiyah adalah rasa cinta yang tulus terhadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang menggambarkan hubungan yang hakiki secara lahir dan bathin dan turut hidup secara sungguh-sungguh bersama setiap kejadian sirah nabawiyah. [‘Adlwaa’ ‘ala dirasatis sirah’ yang ditulis oleh Asy Syaami hal 26]
February 9th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
KETUJUH: KONSISTEN DENGAN ISTILAH-ISTILAH SYAR’I. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa membagi manusia menjadi tiga kelompok: mu’min, kafir dan munafiq –seperti yang dapat kita temukan pada awal surat Al Baqarah- Allah juga menjadikan manusia dalam dua kelompok wali-wali Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dan wali-wali syetan. Maka harus konsisten dengan nama-nama tersebut dan tidak mengganti dengan nama-nama lain [...]
February 8th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
KAIDAH KEENAM: MEMAHAMI BAHASA ARAB DAN SELUK BELUKNYA. Tulisan-tulisan pada zaman-zaman awal memiliki keistimewaan kekuatan susunan bahasa, keteraturan makna, keruntutan kata-katanya dan konsisten dengan susunan bahasa Arab dan madzhab-madzhabnya dalam memberikan penjelasan. [Abu Syahbah, As Sirah An Nabawiyah 1/26].
February 7th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
PRINSIP KELIMA: MENGETAHUI DAN MENYADARI KETERBATASAN AKAL UNTUK MENERIMA DAN MENOLAK NASH-NASH. Beberapa orang yang mempelajari –terutama dari kalangan orientalis dan yang terpengaruh pemikiran mereka- berpendapat bahwa para ulama Islam telah mengabaikan kritik matan (teks), yang diakibatkan karena mereka tidak punya kemampuan (akal) untuk menganalisa. Ini tidak benar. Berikut ini akan kita sebutkan beberapa contoh [...]
February 6th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
PRINSIP KEEMPAT: MENELITI KEMUDIAN MENGAMBIL RIWAYAT-RIWAYAT YANG SHAHIH DALAM MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN ‘AQIDAH DAN SYARI’AH. Ada dua pendapat yang terkenal dari ulama tentang penelitian riwayat sirah nabawiyah: 1. Ada yang tidak merasa perlu meneliti riwayat tersebut dan membolehkan menggunakan semua riwayat sirah. Mereka beralasan bahwa para penulis sirah tidak menggunakannya dan tidak berusaha secara [...]
February 5th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
PRINSIP KETIGA: MENEMPATKAN AL QUR`AN SEBAGAI SUMBER PERTAMA DALAM MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI SIRAH Ada beberapa kelebihan dalam mempelajari sirah nabawiyah melalui al Qur`an, diantaranya: – Mempelajari Al Qur`an adalah ibadah yang agung. – Al Qur`an mencakup beberapa informasi rinci yang tidak terdapat pada sumber-sumber lain, seperti pada kejadian pernikahan Zainab –-radliyallaahu ‘anha- – Informasi yang [...]
February 4th, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
KAIDAH KEDUA: MENINGGALKAN PRINSIP MENCARI PEMBENARAN Hendaknya Sirah Nabawiyah berangkat dari keyakinan terhadap kejayaan Islam dan Islamlah satu-satunya yang berhak menjadi hukum dan memimpin, Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa tidak menerima agama selain Islam serta keyakinan bahwa hal itu tidak bisa difahami melainkan dengan mempelajari sirah. Oleh karena itu harus dihindari ‘inhizaamiyah’ perasaan (bahwa Islam ini) [...]
February 3rd, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »
KAIDAH PERTAMA: MEMAHAMI HAKEKAT ISLAM DAN MANHAJNYA YANG MENYELURUH Kiadah ini sangat penting bagi orang yang ingin membaca secara tematis kejadian-kejadian sirah nabawiyah sehingga memberikan kemampuan untuk bisa memahami kejadian dengan benar, meneliti sebab-sebabnya, latar belakangnya dan melakukan penafsiran kejadian tersebut yang sesuai dengan ruh Islam. Diantara yang harus diperhatikan “adalah sisi tasyri’ (penetapan syari’at) [...]
February 2nd, 2010 | Posted in Prinsip Belajar Sirah | Read More »