Wednesday , 22 October 2014
Breaking News
You are here: Home » Sejarah » Sirah Nabawiyah

Category Archives: Sirah Nabawiyah

Khutbah Jum’at 21 September 2012

KEMARAHAN YANG BIJAK TERHADAP FILM PENGHINA RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wa sallam إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا ... Read More »

Thaif, Dari Hijrah hingga Perang

Peristiwa penolakan Bani Tsaqif saat hijrah ke Thaif itu merupakan salah satu kejadian yang dianggap sebagai salah satu kejadian paling menyulitkan bagi Rasulullah SAW. Thaif. Wilayah yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Tanah Suci Makkah itu merupakan salah satu tempat yang bersejarah dalam perkembangan agama Islam. Ke wilayah yang bersuhu dingin itulah, Rasulullah pernah berhijrah. Di tempat itulah, kaum Muslim ... Read More »

Antara Cinta Rasul dan Maulid Nabi

Cinta terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam merupakan salah satu syarat beriman kepadanya, bahkan kecintaan kepada beliau harus melebihi segala kecintaan pada makhluk lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, sampai aku lebih dia cintai daripada anaknya, orangtuanya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). 229 total views, no views today Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (10)

PRINSIP KESEPULUH: MENENTUKAN TUJUAN MENULIS DAN SASARAN YANG AKAN MEMANFAATKAN TULISAN Bagi orang yang akan menulis sirah harus mengetahui orang-orang yang akan menjadi sasaran tulisannya dan memahami metode (susunan bahasa) yang tepat bagi mereka. Oleh karena itu dia harus menentukan tujuannya menulis sirah tersebut, apa yang dia inginkan: penyelesaian baru (terhadap masalah), memaparkan kejadian-kejadian dengan cara baru, menjelaskan alasan berbagai ... Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (9)

KESEMBILAN: MEMBERIKAN HAK YANG TEPAT KEPADA RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, TIDAK BERLEBIHAN DAN MENYIMPANG. Ada dua kelompok yang menyimpang dari sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan manhaj salaf dalam mempelajari sirah nabawiyah: Kelompok yang tidak memberikan hak Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana mestinya, misalnya dalam hal menghormati, menghargai dan mengagungkannya. Mereka mempelajari sirahnya seperti mempelajari biografi tokoh-tokoh ... Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (8)

KEDELAPAN: PERASAAN YANG TULUS. Termasuk prinsip dalam menulis dan mempelajari sirah nabawiyah adalah rasa cinta yang tulus terhadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang menggambarkan hubungan yang hakiki secara lahir dan bathin dan turut hidup secara sungguh-sungguh bersama setiap kejadian sirah nabawiyah. [‘Adlwaa’ ‘ala dirasatis sirah’ yang ditulis oleh Asy Syaami hal 26] 330 total views, 5 views today Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (7)

KETUJUH: KONSISTEN DENGAN ISTILAH-ISTILAH SYAR’I. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa membagi manusia menjadi tiga kelompok: mu’min, kafir dan munafiq –seperti yang dapat kita temukan pada awal surat Al Baqarah- Allah juga menjadikan manusia dalam dua kelompok wali-wali Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dan wali-wali syetan. Maka harus konsisten dengan nama-nama tersebut dan tidak mengganti dengan nama-nama lain seperti (Islam) kiri dan kanan, ... Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (6)

KAIDAH KEENAM: MEMAHAMI BAHASA ARAB DAN SELUK BELUKNYA. Tulisan-tulisan pada zaman-zaman awal memiliki keistimewaan kekuatan susunan bahasa, keteraturan makna, keruntutan kata-katanya dan konsisten dengan susunan bahasa Arab dan madzhab-madzhabnya dalam memberikan penjelasan. [Abu Syahbah, As Sirah An Nabawiyah 1/26]. 408 total views, 6 views today Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (5)

PRINSIP KELIMA: MENGETAHUI DAN MENYADARI KETERBATASAN AKAL UNTUK MENERIMA DAN MENOLAK NASH-NASH. Beberapa orang yang mempelajari –terutama dari kalangan orientalis dan yang terpengaruh pemikiran mereka- berpendapat bahwa para ulama Islam telah mengabaikan kritik matan (teks), yang diakibatkan karena mereka tidak punya kemampuan (akal) untuk menganalisa. Ini tidak benar. Berikut ini akan kita sebutkan beberapa contoh penilaian sejarah yang dilakukan oleh ... Read More »

Kaidah Mempelajari Sirah (4)

PRINSIP KEEMPAT: MENELITI KEMUDIAN MENGAMBIL RIWAYAT-RIWAYAT YANG SHAHIH DALAM MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN ‘AQIDAH DAN SYARI’AH. Ada dua pendapat yang terkenal dari ulama tentang penelitian riwayat sirah nabawiyah: 1. Ada yang tidak merasa perlu meneliti riwayat tersebut dan membolehkan menggunakan semua riwayat sirah. Mereka beralasan bahwa para penulis sirah tidak menggunakannya dan tidak berusaha secara sungguh-sungguh menggunakannya. Mereka berargumen dengan ... Read More »

shared on wplocker.com