<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ustadz Ridwan Hamidi &#187; AlQur&#8217;an</title>
	<atom:link href="http://ustadzridwan.com/category/al-quran-belajar-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzridwan.com</link>
	<description>رضوان حامدي الإندونيسي</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 May 2013 01:15:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Hukumnya Membaca Al-Qur&#8217;an di Masjid dengan Suara Keras sehingga Menganggu Orang-Orang yang sedang Shalat?</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/hukumnya-membaca-al-quran-di-masjid-dengan-suara-keras-sehingga-menganggu-orang-orang-yang-sedang-shalat/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/hukumnya-membaca-al-quran-di-masjid-dengan-suara-keras-sehingga-menganggu-orang-orang-yang-sedang-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2012 18:12:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=2373</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Bagaimana Hukumnya Membaca Al-Qur&#8217;an di Masjid dengan Suara Keras sehingga Menganggu Orang-Orang yang sedang Shalat? Jawaban: Membaca Al-Qur&#8217;an di masjid dengan suara keras sehingga menganggu orang yang sedang shalat, sedang belajar, atau pembaca Al-Qur&#8217;an lainnya hukumnya haram; karena dalam hal itu telah terjadi tindakan yang dilarang Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam . Imam Malik [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan:</p>
<p>Bagaimana Hukumnya Membaca Al-Qur&#8217;an di Masjid dengan Suara Keras sehingga Menganggu Orang-Orang yang sedang Shalat?</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Membaca Al-Qur&#8217;an di masjid dengan suara keras sehingga menganggu orang yang sedang shalat, sedang belajar, atau pembaca Al-Qur&#8217;an lainnya hukumnya haram; karena dalam hal itu telah terjadi tindakan yang dilarang Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam .</p>
<p>Imam Malik meriwayatkan dalam Al-Muwatha&#8217; {Dalam kitab Ash-Shalah, bab &#8220;Al-&#8217;Amal fi Al-Qira&#8217;ah&#8221;, I, 86,[225]} dari Al-Bayadhi (yaitu Farwah bin Amru) bahwa Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam keluar menemui manusia ketika mereka sedang shalat dan suara bacaan mereka keras, lalu Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, &#8220;Sesungguhnya orang shalat itu bermunajat (memohon) kepada Tuhannya, maka hendaklah dia melihat apa yang dimohonkannya, dan janganlah sebagian di antara kalian membaca Al-Qur&#8217;an dengan suara keras di hadapan sebagian yang lain.&#8221; Abu Dawud {Dalam Ash-Shalah, bab &#8220;Raf&#8217;u Ash-Shaut bi Al-Qira&#8217;ah fi Shalat Al-Lail&#8221;, [1332]} juga meriwayatkan hadits yang senada dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu.</p>
<p>Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 327.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fhukumnya-membaca-al-quran-di-masjid-dengan-suara-keras-sehingga-menganggu-orang-orang-yang-sedang-shalat%2F&amp;title=Hukumnya%20Membaca%20Al-Qur%E2%80%99an%20di%20Masjid%20dengan%20Suara%20Keras%20sehingga%20Menganggu%20Orang-Orang%20yang%20sedang%20Shalat%3F" id="wpa2a_2"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/hukumnya-membaca-al-quran-di-masjid-dengan-suara-keras-sehingga-menganggu-orang-orang-yang-sedang-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>38 Jemaat Ahmadiyah Kecamatan Cisurupan Bertobat</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/38-jemaat-ahmadiyah-kecamatan-cisurupan-bertobat/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/38-jemaat-ahmadiyah-kecamatan-cisurupan-bertobat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 22:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbaar]]></category>
		<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1697</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 38 Jemaat Ahmadiyah yang tinggal di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan diri tobat dan kembali pada ajaran agama Islam sebenarnya. Prosesi pertobatan  tersebut dilakukan secara perwakilan oleh lima orang Jemaat Ahmadiyah bersamaan dengan digelarnya sosialisasi Pergub nomor 12 tentang Larangan Aktivitas Jemaah Ahmadiyah di Graha Intan Balarea, Garut kota, Rabu (30/3). Ketua [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 38 Jemaat Ahmadiyah yang tinggal di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan diri tobat dan kembali pada ajaran agama Islam sebenarnya.</p>
<p>Prosesi pertobatan  tersebut dilakukan secara perwakilan oleh lima orang Jemaat Ahmadiyah bersamaan dengan digelarnya sosialisasi Pergub nomor 12 tentang Larangan Aktivitas Jemaah Ahmadiyah di Graha Intan Balarea, Garut kota, Rabu (30/3).</p>
<p>Ketua MUI Kecamatan Cisurupan H Awan Sanusi mengatakan 38 orang dari 16 Kepala Keluarga yang tersebar di Kecamatan Cisurupan sudah menyatakan diri taubat berdasarkan keinginan sendiri.</p>
<p>&#8220;Sekarang di Kecamatan Cisurupan sudah tidak ada lagi jemaah Ahmadiyah, semua sudah kembali ke Islam,&#8221; kata Awan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut.<br />
Menurut dia kembalinya para jemaah Ahmadiyah pada ajaran agama Islam didukung dengan kondisi lingkungan masyarakat Cisurupan yang kuat memegang teguh ajaran Islam.</p>
<p>Selain itu, masjid Ahmadiyah yang berada di Kecamatan Cisurupan kondisinya sudah rusak, menurut Awan, situasi tersebut salah satu memicu jemaah Ahmadiyah memilih bertaubat dan menekuni ajaran agama Islam sebenarnya dan bergabung dengan masyarakat pada umumnya.</p>
<p>&#8220;Masjid Ahmadiyah pada tahun 2007 sudah tidak ada, sejak itu sebagian dari mereka (jemaah Ahmadiyah) ada yang pindah dan sebagian lagi sekarang memilih taubat,&#8221; katanya.</p>
<p>Ahmadiyah masuk ke Kecamatan Cisurupan, kata Awan, berdasarkan pengakuan dari para jemaah Ahmadiyah diprediksi sejak tahun 1990-an oleh dua tokoh Ahmadiyah yang menyebarkannya.</p>
<p>&#8220;Dulu yang menyebarkannya ada dua tokoh mengajak masyarakat Cisurupan masuk Ahmadiyah, dan sekarang alhamdulilah sudah tidak ada,&#8221; kata Awan didampingi Camat Cisurupan Imam Prayogi.</p>
<p>Lima jemaah Ahmadiyah yang  menyatakan tobat pada rangkaian kegiatan sosialisasi Pergub itu, yakni Rohimat (55) Encu (65) dan Ny Siti Nurjanah (45) Ny Juju (46) dan Ny Cicih (55) kelimanya warga Kampung Pangauban, Desa Pamulihan, Kecamatan Cisurupan.</p>
<p>Proses pertaubatan dipimpin langsung Ketua MUI Garut KH Agus Solehudin dengan menyatakan ikrar dan membaca kalimat syahadat disaksikan Bupati Garut, Aceng M Fikri, unsur , para camat se-Kabupaten Garut, tokoh agama, ormas Islam, serta instansi dan lembaga pemerintah dan swasta dan para tamu undangan.</p>
<p>Salah seorang mantan jemaah Ahmadiyah Rohimat menyatakan pertaubatan tersebut berdasarkan keinginan sendiri dan tidak ada paksaan permintaan untuk bertaubat dari pihak lain.</p>
<p>&#8220;Keinginan pribadi saja, tidak ada paksaan ini atas nama kemauan sendiri, dari jemaah lain juga tidak ada ancaman,&#8221; katanya yang mengaku masuk ajaran Ahmadiyah sejak tahun 1990-an.*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>http://hidayatullah.com/read/16149/31/03/2011/-38&#8211;jemaat-ahmadiyah-kecamatan-cisurupan-bertobat.html</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2F38-jemaat-ahmadiyah-kecamatan-cisurupan-bertobat%2F&amp;title=38%20Jemaat%20Ahmadiyah%20Kecamatan%20Cisurupan%20Bertobat" id="wpa2a_4"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/38-jemaat-ahmadiyah-kecamatan-cisurupan-bertobat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metode Sederhana Menghafal Al-Qur&#8217;an Bagi Orang-Orang Sibuk</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/metode-sederhana-menghafal-al-quran-bagi-orang-orang-sibuk/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/metode-sederhana-menghafal-al-quran-bagi-orang-orang-sibuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 17:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[menghafal]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiym. Assalaamu &#8216;alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu. Alhamdulillah, Washshalatu wassalaamu &#8216;alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa &#8216;alaa aalihi wa ash-haabihi ajma&#8217;iyn. Ammaa ba&#8217;du. Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy&#8217;an, banyak hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menghapal Al-Qur&#8217;an, dan sepantasnya di hati setiap orang yang beriman memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkannya, dan senantiasa memiliki kecemburuan terhadap para penghafalnya, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiym.</strong><br />
<strong>Assalaamu &#8216;alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu.</strong></p>
<p><strong>Alhamdulillah, Washshalatu wassalaamu &#8216;alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa &#8216;alaa aalihi wa ash-haabihi ajma&#8217;iyn. Ammaa ba&#8217;du.</strong></p>
<p>Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy&#8217;an, banyak hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menghapal Al-Qur&#8217;an, dan sepantasnya di hati setiap orang yang beriman memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkannya, dan senantiasa memiliki kecemburuan terhadap para penghafalnya, namun kecemburuan yang kami maksud bukanlah kecemburuan negatif yang menghendaki hilangnya suatu nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah &#8216;Azza wa Jalla kepada saudaranya dan kemudian nikmat tersebut beralih kepadanya, bukan itu Ikhwan dan Akhwat sekalian, akan tetapi yang kami maksud di sini adalah kecemburuan positif di mana kita pun menginginkan nikmat yang sama tanpa ada keinginan agar nikmat tersebut hilang dari saudara kita, sehingga kitapun saling berpacu bahkan saling tolong menolong dalam menggapai kebaikan tersebut.</p>
<p><span id="more-1493"></span></p>
<p>Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy&#8217;an, sebelum kami masuk ke pembahasan metode maka terlebih dahulu kami ingin melampirkan beberapa dalil tentang keutamaan menghafal Al-Qur&#8217;an, dengan harapan ini semua akan lebih memacu kita semua untuk berusaha dan terus berusaha menghafalkan Al-Qur&#8217;an tersebut tanpa ada kata menyerah hingga KETETAPAN ALLAH datang menghampiri kita semua, Insyaa Allah, Allahu Akbar&#8230;!!!</p>
<p><strong>1. Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah &#8216;Azza wa Jalla.</strong><br />
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:<br />
&#8220;Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh&#8221;. (<em>Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih</em>).</p>
<p><strong>2. Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam</strong>.<br />
Dari Abi Hurairah Radiyallahu &#8216;anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Qur&#8217;an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur&#8217;an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam :&#8221;Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?&#8221; ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam kembali bertanya: &#8220;Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?&#8221; Ia menjawab: Betul. Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda:&#8221;Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!&#8221;. Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda: &#8220;Pelajarilah Al Qur&#8217;an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran  dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur&#8217;an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik&#8221; <em>(Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada &#8216;Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).</em></p>
<p><strong>3. Penghafal Al Qur&#8217;an akan memakai mahkota kehormatan.</strong><br />
Dari Abi Hurairah Radiyallahu &#8216;anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda: :&#8221;Penghafal Al Qur&#8217;an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur&#8217;an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur&#8217;an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur&#8217;an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan&#8221; (<em>Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).</em>)</p>
<p><strong>4. Dapat membahagiakan kedua orang tua, sebab orang tua yang memiliki anak penghapal Al Qur&#8217;an memperoleh pahala khusus.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam:<br />
&#8220;Dari  Buraidah Al Aslami Radiyallahu &#8216;anhu, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda: &#8220;Pada hari kiamat nanti, Al Qur&#8217;an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur&#8217;an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: &#8220;Apakah anda mengenalku?&#8221;. Penghafal tadi menjawab; &#8220;saya tidak mengenal kamu.&#8221; Al Qur&#8217;an berkata; &#8220;saya adalah kawanmu, Al Qur&#8217;an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur&#8217;an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: &#8220;kenapa kami di beri dengan pakaian begini?&#8221;. Kemudian di jawab, &#8220;kerana anakmu hafal Al Qur&#8217;an. &#8220;Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, &#8220;bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.&#8221; Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). <em>(diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).</em>)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda: &#8220;Siapa yang membaca Al Qur&#8217;an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: &#8220;Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur&#8217;an&#8221; (<em>Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)</em></p>
<p><strong>5. Akan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah &#8216;Azza wa Jalla.</strong><br />
Sabda rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam:<br />
&#8220;Dari  Sisyah Radhiyallahu &#8216;anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur&#8217;an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur&#8217;an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.</p>
<p><strong>6. Penghafal Al Qur&#8217;an adalah keluarga Allah &#8216;Azza wa Jalla.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam:<br />
&#8220;Dari Anas Radhiyallahu &#8216;anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.&#8221; Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bertanya: &#8220;Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: &#8220;Ia itu ahli Qur&#8217;an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur&#8217;an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.</p>
<p><strong>7. Menjadi orang yang arif di surga Allah &#8216;Azza wa Jalla.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam &#8220;Dari  Anas Radhiyallahu &#8216;anhu Bahawasanya Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda; &#8220;Para pembaca Al Qur&#8217;an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga,&#8221;</p>
<p><strong>8. Memperoleh penghormatan dari manusia.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam  &#8220;Dari  Abu Musa Al Asya&#8217;ari Radhiyallahu &#8216;anhu Ia berkata bahawasanya Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda: &#8220;Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Qur&#8217;an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur&#8217;an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.&#8221;</p>
<p><strong>9. Hatinya terbebas dari siksa Allah &#8216;Azza wa Jalla.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam<br />
&#8221; Dari Abdullah Bin Mas&#8217;ud Radhiyallahu &#8216;anhu Dari  Nabi Shallallahu &#8216;alayhi wasallam Baginda bersabda: &#8221; bacalah Al Qur&#8217;an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur&#8217;an. Sesungguhanya Al Qur&#8217;an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur&#8217;an maka hendaklah ia bergembira.&#8221;</p>
<p><strong>10. Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam :<br />
&#8220;Dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiyallahu &#8216;anhu Dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam beliau bersabda; &#8220;yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur&#8217;an.&#8221;</p>
<p><strong>11. Disayangi oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam:<br />
&#8220;Dari  Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu &#8216;anhu Bahawa Nabi Shallallahu &#8216;alayhi wasallam menyatukan dua orang dari  orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bertanya, &#8220;dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Qur&#8217;an?&#8221; apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi Shallallahu &#8216;alayhi wasallam memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.&#8221;</p>
<p><strong>12. Dapat memberi syafa&#8217;at kepada keluarga.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam:<br />
&#8220;Dari  Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu: &#8220;Barangsiapamembaca Al Qur&#8217;an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.&#8221;</p>
<p><strong>13. Merupakan bekal-bekal yang terbaik.</strong><br />
Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam:<br />
&#8220;Dari  Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam bersabda; &#8220;Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy&#8217;an, semoga setelah menyimak beberapa keutamaan menghafal Al Qur&#8217;an tadi antum sekalian sudah memberanikan diri untuk Bersumpah bagi diri kita masing-masing bahwa DEMI ALLAH selama kita masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah &#8216;Azza wa Jalla, maka selama itu pula kita akan terus berupaya untuk menghafalkan kitab termulia tersebut yakni Al Qur&#8217;an meski sedikit demi sedikit.</p>
<p>Baiklah Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, menghafal Al Qur&#8217;an bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan keinginan yang kuat, keistiqamahan, kesabaran, dan disertai dengan UPAYA NYATA yakni mau memulai dan terus berusaha tanpa kenal lelah apalagi kata &#8220;MENYERAH&#8221;, namun menghafal Al Qur&#8217;an juga bukanlah amalan yang mustahil untuk dikerjakan OLEH SIAPA PUN, sampai kepada kita yang memiliki seabrek kesibukan lainnya, namun perlu kami ingatkan sekali lagi, bahwa harus SABAR dan ISTIQAMAH&#8230;!</p>
<p><strong>Bagaimana metode menghafal bagi orang-orang yang memiliki kesibukan&#8230;?</strong></p>
<p>Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullahu jamiy&#8217;an, antum jangan berfikiran bahwa dengan metode ini antum akan menghafal Al Qur&#8217;an dalam waktu setahun atau dua tahun, tidak Ikhwan dan Akhwat sekalian, bahkan metode ini membutuhkan waktu 15 hingga 30 tahun, TERLALU LAMA&#8230;? terserah penilaian antum bagai mana, namun setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI, mungkin antum khawatir akan diwafatkan terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hafalan&#8230;? Maka kami sampaikan bahwa SETIDAKNYA KITA BISA BERBAHAGIA KARENA MENINGGAL DALAM KONDISI MEMBAWA NIAT YANG MULIA YANG DIBENARKAN OLEH AMALAN YANG TENGAH KITA LAKUKAN, dan juga antum jangan berfikiran bahwa ini adalah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan tanpa kesabaran, keistiqamahan, dan tindakan nyata, sebab tanpa semua itu berarti antum hanyalah BERANGAN-ANGAN&#8230;!</p>
<p><strong>Syarat yang WAJIB untuk antum penuhi sebelum melaksanakan metode ini adalah:</strong></p>
<p>1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.</p>
<p>2. Mampu membaca Al Qur&#8217;an dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya antum terus berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur&#8217;an antum.</p>
<p><strong>Berikut adalah metode yang Alhamdulillah telah kami buktikan sendiri dalam kurun waktu yang belum genap setahun ini:</strong></p>
<p>1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.</p>
<p>2. Gunakan Mushaf Al Qur&#8217;an Huffadzh, yakni Al Qur&#8217;an cetakan standard international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf antum, tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.</p>
<p>3. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai menunaikan shalat fardhu.</p>
<p>4. Setiap waktu tersebut, hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu, dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka &#8216;afwan karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH ISTIGHFAR&#8230;!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur&#8217;an dalam waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal seluruh Al Qur&#8217;an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).</p>
<p>5. Jika memungkinkan, cobalah antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA&#8230;!!!</p>
<p>6. Jika antum memiliki media yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player, atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder &amp; playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media muraja&#8217;ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.</p>
<p>7. Banyak-banyak berdo&#8217;a kepada Allah &#8216;Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk menghafal Al Qur&#8217;an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.</p>
<p>8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja&#8217;ah hafalan-hafalan antum.</p>
<p><strong>MANAJEMEN KEGIATAN MENGHAFAL:</strong></p>
<p>1. Target hafalan adalah 1 halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang sanggup untuk menghafal 1 baris setiap waktunya), atau setengah halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya), cara mencapainya:<br />
- Ba&#8217;da Subuh mulai hafal 1 Baris / setengah baris (pilih salah satunya sesuai kesanggupan, kemudian istiqamah-lah!!!).<br />
- Ba&#8217;da Dzhuhur tambah hafal 1 Baris / setengah baris.<br />
- Ba&#8217;da Ashar tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.<br />
- Ba&#8217;da Maghrib tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.<br />
- Ba&#8217;da &#8216;Isyaa&#8217; tidak perlu tambah hafalan, khususkan waktu ini untuk memuraja&#8217;ah (mengulang-ulang) semua hafalan yang telah di hafal hari itu, jangan lupa di antara waktu shalat fardu, manfaatkanlah media yang antum miliki untuk memuraja&#8217;ah hafalan antum melalui pendengaran.<br />
- Lakukan hal di atas selama 4 hari berturut-turut (hingga antum menyelesaikan target antum dalam sepekan yakni 1 atau setengah halaman).</p>
<p>2. Dalam sepekan terdiri dari 7 hari, namun dengan metode ini insyaa Allah maksimal dalam 4 hari antum telah menyelesaikan target hafalan antum untuk sepekan, berarti masih tersisa 3 hari dalam sepekan tersebut, GUNAKANLAH 3 hari tersebut untuk memuraja&#8217;ah hafalan antum pada pekan tersebut, INGAT&#8230;!!! jangan terburu-buru untuk pindah ke hafalan selanjutnya, tetaplah istiqamah dengan target antum yakni 1 atau setengah halaman setiap pekannya.</p>
<p>3. Dalam sebulan, terdiri dari 4 pekan, berarti dengan metode ini antum akan menghafal 2 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya), atau 1 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa dengan metode ini kita bisa menghafal 2 juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya, atau 1 Juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya, sebab 1 Juz = 10 lembar Al Qur&#8217;an, Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, ini berarti dalam setahun tersebut ada waktu 2 bulan tersisa yang lagi-lagi bisa kita manfaatkan untuk KHUSUS memperlancar hafalan kita tersebut. Sekali lagi kami ingatkan, bahwa JANGAN menambah hafalan antum di waktu-waktu yang telah kita khususkan untuk muraja&#8217;ah.</p>
<p><strong>KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:</strong></p>
<p>1. Jika antum menghafal 1 baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur&#8217;an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain &#8220;TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ&#8221;.</p>
<p>2. Jika antum menghafal setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur&#8217;an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain &#8220;TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ&#8221;.</p>
<p>KELAMAAN IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN&#8230;???</p>
<p>SEKALI LAGI&#8230; INGATLAH PESAN KAMI INI:</p>
<p><strong>IKHWAN&#8230; SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI&#8230;!!!</strong><br />
<strong>AKHWAT&#8230; SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI&#8230;!!!</strong></p>
<p>Jika suatu ketika antum futhur (lesuh semangat) dalam menggapai cita-cita mulia ini, maka ingatlah (bacalah) kembali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;alayhi wasallam tentang keutamaan dan kemualiaan para penghafal Al Qur&#8217;an, dan ingatlah kedua ibu bapak antum yang pastinya ingin untuk dipakaikan Pakaian Kemuliaan beserta Mahkota kemuliaan di Akhirat kelak.</p>
<p>Semoga Allah &#8216;Azza wa Jalla senantiasa melindungi kita dari kefuhuran, dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hambanya yang hafal Al Qur&#8217;an, mengamalkan, dan mendakwahkannya, serta mematikan kita semua dalam kondisi dada yang menyimpan Al Qur&#8217;an beserta kemuliaannya. Aamiyn Yaa Rabbal &#8216;Aalamiyn.</p>
<p>Semoga bermanfaat, Salam dan do&#8217;aku untuk antum semua wahai saudara-saudariku seiman,</p>
<p><strong>SUBHANAKALLAHUMMA WABIHAMDIKA, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA, ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAYKA</strong></p>
<p><strong>Washallallahu &#8216;alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa &#8216;alaa aalihi wa ash-haabihi ajma&#8217;iyn, wa aakhiru da&#8217;waanaa &#8216;anilhamdulillahi Rabbil&#8217;aalamiyn.</strong></p>
<p><strong>AKHUKUM FILLAH, </strong><br />
<strong>-Imam Auliya-</strong></p>
<p><strong>Makassar, Rabu Masaa&#8217; 27 Syawwal 1431 H / 6 Oktober 2010 M.</strong></p>
<p>http://www.markazquran.com/2010/10/metode-sederhana-menghafal-al-quran.html</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fmetode-sederhana-menghafal-al-quran-bagi-orang-orang-sibuk%2F&amp;title=Metode%20Sederhana%20Menghafal%20Al-Qur%E2%80%99an%20Bagi%20Orang-Orang%20Sibuk" id="wpa2a_6"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/metode-sederhana-menghafal-al-quran-bagi-orang-orang-sibuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Natal dan Tahun Baru</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/menyikapi-natal-dan-tahun-baru/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/menyikapi-natal-dan-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 01:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1327</guid>
		<description><![CDATA[Dalih toleransi sering dijadikan alasan sebagian kaum Muslimin untuk turut berpartisipasi dalam perayaan hari-hari besar agama lain. Padahal, hari raya adalah masalah agama dan akidah, bukan masalah keduniaan, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam sabda beliau kepada Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu pada hari Idul Fitri, إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيْدًا وَهَذَا عِيْدُنَا ”Setiap [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalih toleransi sering dijadikan alasan sebagian kaum Muslimin untuk turut berpartisipasi dalam perayaan hari-hari besar agama lain. Padahal, hari raya adalah masalah agama dan akidah, bukan masalah keduniaan, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam sabda beliau kepada Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu pada hari Idul Fitri,</p>
<div>
<p><strong>إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيْدًا وَهَذَا عِيْدُنَا</strong></p>
</div>
<p>”Setiap kaum memiliki hari raya, dan ini (Idul Fitri) adalah hari raya kita.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dengan demikian, turut merayakannya berarti ikut serta dalam ritual ibadah mereka. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR.  Abu Dawud, dan dinyatakan hasan shahih oleh Al-Albani).</p>
<p>Imam Al-Baihaqi juga meriwayatkan dengan sanad yang baik dari Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhuma beliau pernah berkata,<br />
“Barangsiapa lewat di negeri non Arab, lalu mereka sedang merayakan Hari Nairuz dan festival keagamaan mereka, lalu ia meniru mereka hingga mati, maka demikianlah ia dibangkitkan bersama mereka di Hari Kiamat nanti.” (Lihat Ahkaamu Ahlidz Dzimmah I/723-724).</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah—rahimahullah—berkata, “Adapun apabila seorang Muslim menjual kepada mereka pada hari-hari raya mereka segala yang mereka gunakan pada hari raya tersebut, berupa makanan, pakaian, minyak wangi dan lain-lain, atau menghadiahkannya kepada mereka, maka itu termasuk menolong mereka mengadakan hari raya mereka yang diharamkan. Dasarnya adalah kaidah yang mengatakan tidak boleh menjual anggur kepada orang kafir yang jelas digunakan untuk membuat minuman keras. Juga tidak boleh menjual senjata kepada mereka bila digunakan untuk memerangi kaum Muslimin.” Kemudian beliau menukil dari Abdul Malik bin Habib dari kalangan ulama Malikiyyah, “Sudah jelas bahwa kaum Muslimin tidak boleh menjual kepada orang-orang Nashrani sesuatu yang menjadi kebutuhan hari raya mereka, baik itu daging, lauk-pauk atau pakaian. Juga tidak boleh memberikan kendaraan kepada mereka, atau memberikan pertolongan untuk hari raya, karena yang demikian itu termasuk memuliakan kemusyrikan mereka dan menolong mereka dalam kekufuran mereka.” (Al-Iqtidhaa 229-231).</p>
<p>Maka jelas kita bertasyabbuh, meridhai dan berpartisipasi dalam kegiatan mereka, apabila kita bersukaria, berpesta, memakan makanannya, berpartisipasi dalam acara non Muslim, memberi hadiah, memberi ucapan selamat, menjual kartu selamat, menjual segala keperluan hari raya mereka, baik itu lilin, pohon natal, makanan, kalkun, kue dan lain-lainnya.</p>
<p>MENYAMBUT TAHUN BARU<br />
Entah direncanakan atau sekadar latah, pada malam itu orang-orang seakan secara serempak melonggarkan moralitas dan kesusilaan. Bunyi terompet diselingi gelak tawa (bahkan dengan minuman keras) bersahut-sahutan di setiap tempat. Sepeda motor mengepulkan asap hingga mirip ‘dapur berjalan’ meraung-raung. Mobil-mobil membunyikan klakson sepanjang jalan. Cafe, diskotik dan tempat-tempat hiburan malam sesak padat. Orang-orang ‘tumpah’ di jalanan dengan satu tujuan: merayakan Tahun Baru.</p>
<p>Sebenarnya tahun Masehi adalah tahun yang baru bagi bangsa Indonesia, karena ia tidak memiliki akar kultur dan tradisi dalam sejarah bangsa ini. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung anggapan ini.</p>
<p>Pertama, latarbelakang sosio-historis. Berlakunya tahun Masehi tidak bisa dipisahkan dari pengaruh teologi (keagamaan) Kristen, yang dianut oleh masyarakat Eropa. Kalender ini baru diberlakukan di Indonesia pada tahun 1910 ketika berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap atas seluruh rakyat Hindia Belanda.</p>
<p>Kedua, karena latarbelakang teologis. Sebagaimana diketahui, kalender Gregorian diciptakan sebagai ganti kalender Julian yang dinilai kurang akurat, karena awal musim semi semakin maju, akibatnya, perayaan Paskah  yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325, tidak tepat lagi.</p>
<p>Kalender Hijriyah, disebut sebagai kalender Islam (at-taqwim al-hijri), karena ditetapkan sejak hijrahnya Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam. Ia ditetapkan sebagai tahun Islam setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam wafat atas inisiatif Khalifah kedua, Umar bin Khathab Radhiyallahu &#8216;Anhu pada tahun 638 M (17 H). Hijrah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ditetapkan sebagai awal kalender Islam, menyisihkan dua pendapat lainnya, yaitu hari kelahiran Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan hari wafat beliau.</p>
<p>Sejak kedatangan Islam hingga awal abad ke-20, kalender Hijriyah berlaku di nusantara. Bahkan raja Karangasem, Ratu Agung Ngurah yang beragama Hindu, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Otto van Rees yang beragama Nasrani, masih menggunakan tarikh 1313 Hijriyah (1894 M).</p>
<p>Jadi secara historis dan kultural  bangsa kita pun, tahun baru Masehi tidak perlu dirayakan. Terlebih lagi jika ditinjau dari sisi akidah al wala&#8217; wal bara&#8217; (loyalitas dan pelepasan diri) dalam agama Islam.<br />
Meski demikian, hal ini tidak bisa secara otomatis dijadikan sebagai justifikasi pentingnya merayakan tahun baru Hijriyah yang juga tinggal menghitung hari. Mengingat sejauh ini tidak ditemukan teks agama yang menganjurkan perayaan tahun baru Hijriyah.</p>
<p>ULAMA MENYIKAPI HARI RAYA NON-MUSLIM (NATAL/TAHUN BARU)<br />
Fatwa Syaikh Muhammad Ibn Shalih al Utsaimin—rahimahullah</p>
<p>Pertanyaan:<br />
Apa hukumnya mengucapkan selamat kepada orang kafir pada perayaan hari besar keagamaan mereka? (Misal: Merry Christmas, Selamat hari Natal dan Tahun Baru dst, red.). Dan bagaimana kita menyikapi mereka jika mereka mengucapkan selamat Natal kepada kita. Dan apakah dibolehkan pergi ke tempat-tempat di mana mereka merayakannya? Dan apakah seorang Muslim berdosa jika ia melakukan perbuatan tersebut tanpa maksud apapun, akan tetapi ia melakukannya hanya karena menampakkan sikap tenggang rasa, atau karena malu atau karena terjepit dalam situasi yang canggung, atau pun karena alasan lainnya. Dan apakah dibolehkan menyerupai mereka dalam hal ini?</p>
<p>Jawaban:<br />
Mengucapkan selamat kepada orang kafir pada perayaan Natal atau hari besar keagamaan lainnya dilarang menurut ijma’ (kesepakatan ulama). Sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyyim—rahimahullah—dalam bukunya Ahkamu Ahlidz-dzimmah, beliau berkata, “Mengucapkan selamat terhadap syiar-syiar kafir yang menjadi ciri khasnya adalah haram, menurut kesepakatan. Seperti memberi ucapan selamat kepada mereka pada hari-hari rayanya atau puasanya, sehingga seseorang berkata, “Selamat hari raya”, atau ia mengharapkan agar mereka merayakan hari rayanya atau hal lainnya. Maka dalam hal ini, bisa jadi orang yang mengatakannya terlepas dari jatuh ke dalam kekafiran, namun (sikap yang seperti itu) termasuk ke dalam hal-hal yang diharamkan. Ibarat dia mengucapkan selamat atas sujudnya mereka pada salib. Bahkan ucapan selamat terhadap hari raya mereka dosanya lebih besar di sisi Allah dan jauh lebih dibenci dari pada memberi selamat kepada mereka karena meminum alkohol dan membunuh seseorang, berzina dan perkara-perkara yang sejenisnya. Dan banyak orang yang tidak paham agama terjatuh ke dalam perkara ini. Dan ia tidak mengetahui keburukan perbuatannya. Maka siapa yang memberi selamat kepada seseorang yang melakukan perbuatan dosa, atau bid’ah, atau kekafiran, berarti ia telah membuka dirinya kepada kemurkaan Allah.” Akhir dari perkataan Syaikh (Ibnul Qoyyim—rahimahullah).</p>
<p>Haramnya memberi selamat kepada orang kafir pada hari raya keagamaan mereka sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim adalah karena di dalamnya terdapat persetujuan atas kekafiran mereka, dan menunjukkan ridha dengannya. Meskipun pada kenyataannya seseorang tidak ridha dengan kekafiran, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk meridhai syiar atau perayaan mereka, atau mengajak yang lain untuk memberi selamat kepada mereka. Karena Allah  tidak meridhai hal tersebut, sebagaimana Allah Subhaanahu Wa Ta&#8217;ala  berfirman, artinya,</p>
<p>“Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” [QS. Az Zumar 39: 7].</p>
<p>Dan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala juga berfirman, artinya,</p>
<p>“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan bagimu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS. Al Maaidah: 3]</p>
<p>Maka memberi selamat kepada mereka dengan ini hukumnya haram, sama saja apakah terhadap mereka (orang-orang kafir) yang terlibat bisnis dengan seseorang (Muslim) atau tidak. Jadi, jika mereka memberi selamat kepada kita dengan ucapan selamat hari raya mereka, kita dilarang menjawabnya, karena itu bukan hari raya kita, dan hari raya mereka tidaklah diridhai Allah, karena hal itu merupakan salah satu yang diada-adakan (bid’ah) di dalam agama mereka, atau hal itu ada syariatnya tapi telah dihapuskan oleh agama Islam yang Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, telah diutus dengannya untuk semua makhluk. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman tentang Islam, artinya, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [QS. Ali ‘Imran: 85].</p>
<p>Dan bagi seorang Muslim, memenuhi undangan mereka untuk menghadiri hari rayanya hukumnya haram. Karena hal ini lebih buruk dari pada hanya sekadar memberi selamat kepada mereka, di mana di dalamnya akan menyebabkannya turut berpartisipasi dengan mereka. Juga diharamkan bagi seorang Muslim untuk menyerupai atau meniru-niru orang kafir dalam perayaan mereka dengan mengadakan pesta, atau bertukar hadiah, atau membagi-bagikan permen atau makanan, atau libur kerja, atau yang semisalnya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia adalah bagian dari mereka”.</p>
<p>Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam bukunya, Iqtidha’ Ash Shirathal Mustaqiim, “Menyerupai atau meniru-niru mereka dalam hari raya mereka menyebabkan kesenangan dalam hati mereka terhadap kebatilan yang ada pada mereka. Bisa jadi hal itu sangat menguntungkan mereka guna memanfaatkan kesempatan untuk menghina/merendahkan orang-orang yang berfikiran lemah”. Akhir dari perkataan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah—rahimahullah. (Majmu’ Fatawa, Fadlilah asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin, III/44-46 No.403).<br />
Wallahu A&#8217;lamu Bishshawab</p>
<p>http://www.wahdah.or.id/</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fmenyikapi-natal-dan-tahun-baru%2F&amp;title=Menyikapi%20Natal%20dan%20Tahun%20Baru" id="wpa2a_8"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/menyikapi-natal-dan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Membaca Al Quran?</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/mengapa-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/mengapa-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 01:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar kaum Muslimin, apabila Anda bertanya kepada  mereka, “Mengapa Anda membaca al-Qur’an?” Mereka akan menjawab, “Karena membacanya adalah amalan yang utama. Pada setiap huruf yang dibaca akan diberi pahala sepuluh kebaikan, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Mereka hanya membatasi diri pada tujuan dan maksud mendapatkan pahala saja, sedangkan maksud dan tujuan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian besar kaum Muslimin, apabila Anda bertanya kepada  mereka, “Mengapa Anda membaca al-Qur’an?” Mereka akan menjawab, “Karena membacanya adalah amalan yang utama.<br />
Pada setiap huruf yang dibaca akan diberi pahala sepuluh kebaikan, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Mereka hanya membatasi diri pada tujuan dan maksud mendapatkan pahala saja, sedangkan maksud dan tujuan yang lain mereka lalaikan.</p>
<p>Anda akan menjumpai seseorang yang disibukkan dengan hapalan al-Qur’an, ketika membacanya hanya sekadar untuk menguatkan hapalannya saja, yaitu menguatkan huruf-huruf al-Qur’an dan bentuk kalimat-kalimatnya. Anda dapati makna-makna yang agung lagi berpengaruh melintas begitu saja tanpa diperhatikan dan dirasakan. Karena tujuan dan konsentrasinya hanya terfokus pada huruf-huruf saja, sehingga mengenyampingkan makna-maknanya. Karena itulah, Anda temukan seorang yang hapal al-Qur’an namun tidak mengamalkan dan tidak bermoralkan al-Qur’an.<br />
<span id="more-1134"></span><br />
Membaca al-Qur’an terkumpul padanya lima macam tujuan yang kesemuanya adalah agung. Masing-masing dari tujuan tersebut sudah cukup untuk memberikan dorongan kepada seorang Muslim untuk membaca al-Qur’an, memperbanyak dan menyibukkan diri dengannya serta selalu bersamanya.<br />
Kelima tujuan itu adalah:</p>
<p>1.    Membaca al-Qur’an untuk memperoleh ilmu<br />
Inilah tujuan dari diturunkannya al-Qur’an yang paling penting dan paling agung serta tujuan dari perintah untuk membacanya. Bahkan termasuk rentetan pahala dari membacanya. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya,</p>
<p>“Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29).</p>
<p>Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Apabila Anda menginginkan ilmu, maka bacalah al-Qur’an ini, karena di dalamnya terkandung ilmu umat terdahulu dan yang akan datang.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, VI/126).<br />
Al-Hasan bin Ali—radhiyallahu ‘anhuma—berkata, “Orang-orang sebelum kalian memandang bahwa al-Qur’an adalah surat-surat dari Rabb mereka, sehingga mereka mentadabburinya di waktu malam dan mencarinya di waktu siang hari.” (at-Tibyan karya Imam an-Nawawi: 28).</p>
<p>Sesuatu yang bisa membantu mewujudkan tujuan ini adalah hendaknya Anda membaca al-Qur’an seperti halnya seorang siswa membaca buku pelajarannya di malam ujian. Konsentrasinya penuh, dan bersiap-siap untuk diuji habis-habisan.</p>
<p>Kita semua dalam kehidupan ini sedang diuji melalui al-Qur’an. Di antara kita ada yang giat dan bersungguh-sungguh dan selalu mengulang-ulang kitab tersebut sehingga jawaban-jawabannya akan selalu cepat dan tepat. Ada juga yang menyepelekan, ogah-ogahan serta main-main. Dan apabila ditanya sesuatu tentang al-Qur’an, ia akan menjawab: Hah… hah! Saya tidak tahu.<br />
Setiap situasi, peristiwa atau kondisi yang melintasi Anda, pasti pernah membuat Anda bertanya-tanya, “Adakah hal ini tertera dalam al-Qur’an? Di mana hal tersebut disebutkan dalam al-Qur’an?”</p>
<p>Berapa banyak kita telah membaca atau mendengar tentang orang-orang yang tersentak karena makna ayat al-Qur’an sirna dari hatinya,  sehingga ia mengatakan, “Apakah ayat ini ada dalam al-Qur’an? Seolah-olah saya baru pertama kali mendengarnya.”</p>
<p>2.    Membaca al-Qur’an untuk diamalkan<br />
Yaitu membaca al-Qur&#8217;an  dengan niat mengamalkannya; dengan niat mencari ilmu untuk diamalkan. Maka sepantasnyalah pembaca al-Qur’an berhenti di setiap ayat untuk memperhatikan apa isi yang dikandungnya; adakah perintah, atau larangan, atau keutamaan yang hendaknya ia berhias dengannya? Ataukah ada bahaya yang mengelilinginya yang harus diwaspadai?</p>
<p>Al-Hasan bin Ali—radhiyallahu ‘anhuma—berkata, “Bacalah al-Qur&#8217;an  sehingga bisa mencegahmu (melakukan dosa). Bila belum demikian, maka (pada hakekatnya) Anda belum membacanya.” (Kanzul ‘Ummal: I/2776).<br />
Al-Hasan al-Bashri—rahimahullah—berkata, “Sesungguhnya al-Qur&#8217;an  ini telah dibaca oleh para hamba sahaya dan anak-anak yang tidak memiliki ilmu tentang tafsirannya… Padahal sebenarnya, tadabbur ayat-ayat al-Qur&#8217;an itu hanya dengan mengikutinya. Tadabbur al-Qur&#8217;an bukan sekadar menghapal huruf-hurufnya, lalu batasan-batasannya diabaikan. Hingga salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya telah membaca al-Qur&#8217;an  seluruhnya dan saya tidak pernah meninggalkan satu huruf pun.” Namun demi Allah, ia telah meninggalkan seluruh hurufnya. Karena ia tidak mewujudkan al-Qur&#8217;an  dalam akhlak dan amalannya. Bahkan salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya mampu membaca satu surat dalam satu tarikan nafas.” Demi Allah, mereka bukanlah seorang pembaca al-Qur&#8217;an, bukan ulama, bukan ahli hikmah, dan bukan seorang  yang memiliki kewibawaan. Sampai kapan para pembaca al-Qur&#8217;an  berbuat seperti ini? Semoga Allah tidak menambah jumlah orang seperti mereka.”(Syu’ab al-Iman karya al-Baihaqi (II/541), al-Zuhud karya Ibnu al-Mubarak (I/274).</p>
<p>3.    Membaca al-Qur&#8217;an  untuk Bermunajat kepada Allah<br />
Seorang pembaca al-Qur&#8217;an, hendaknya merasa bahwa Allah sedang berdialog langsung dengannya dan mendengar bacaannya. Apabila ia melewati ayat yang mengandung tasbih, hendaklah ia bertasbih. Ketika melewati ayat yang mengandung ancaman, ia meminta perlindungan. Dan jika melewati ayat yang mengandung permohonan, ia pun bermohon.<br />
Inilah gambaran bermunajat dengan al-Qur&#8217;an, yaitu bacaan yang hidup. Di mana seorang hamba sadar, apa yang sedang ia baca? Mengapa ia membacanya? Siapa yang ia ajak berbicara dengan bacaan tersebut? Apa yang ia butuhkan dari-Nya? Serta mengetahui kewajibannya terhadap al-Qur&#8217;an, yaitu mengagungkan dan menyucikannya.</p>
<p>4.    Membaca al-Qur&#8217;an  untuk Mendapatkan Pahala<br />
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan bahwa aliflammim adalah satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. al-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan shahih).</p>
<p>Masih banyak nash yang menjelaskan pahala yang besar bagi para pembaca al-Qur&#8217;an (lihat al-Fikrah, Sembilan Keutamaan Membaca al-Qur&#8217;an, edisi 07/tahun VI).</p>
<p>5.    Membaca al-Qur&#8217;an  untuk Berobat<br />
Allah Ta’ala berfirman, artinya,<br />
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).<br />
“Dan kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Israa’: 82).</p>
<p>Al-Qur&#8217;an  adalah obat bagi hati dari berbagai penyakit syahwat dan syubhat serta bisikan-bisikan dengan berbagai bentuknya, baik yang memaksa maupun tidak. Al-Qur&#8217;an  juga obat bagi tubuh dari berbagai penyakit. Setiap kali seorang hamba menghadirkan tujuan ini, maka ia akan mendapatkan dua obat; obat ilmu maknawi nafsi (rohani), dan obat materi untuk tubuh (jasmani), dengan izin Allah.</p>
<p>Dari Ali Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik obat adalah al-Qur&#8217;an.” (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah (IV/931).</p>
<p>Penyembuhan dengan al-Qur&#8217;an  dapat diperoleh melalui dua cara: Pertama, membacanya di waktu shalat, terutama di waktu malam yang akhir dengan menghadirkan niat berobat. Kedua, ruqyah dengan menggunakan al-Qur&#8217;an.<br />
Beginilah seharusnya kita berinteraksi dengan al-Qur&#8217;an. Al-Qur&#8217;an  adalah mudah bagi setiap orang yang benar dalam berinteraksi dengannya dan bersungguh-sugguh dalam mempelajari ilmunya dan mengamalkannya. Wallahu Waliyyut Taufiq<br />
Sumber: The Mystery of the Qur’an Secret Power Karya Dr. Khalid Abdul Karim al-Laahim. (Al Fikrah No.19/Tahun XI/13 Dzulqadah 1431H)</p>
<p>http://www.wahdah.or.id/</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fmengapa-membaca-al-quran%2F&amp;title=Mengapa%20Membaca%20Al%20Quran%3F" id="wpa2a_10"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/mengapa-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Musabaqah Internasional</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/indonesia-akan-jadi-tuan-rumah-musabaqah-internasional/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/indonesia-akan-jadi-tuan-rumah-musabaqah-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 02:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbaar]]></category>
		<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[musabaqah]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Tuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia telah secara resmi ditunjuk tuan rumah tetap Musabaqah Hafalan al-Quran &#38; Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud Hidayatullah.com &#8212; Jika tak ada aral melintang, Indonesia akan menjadi tuan rumah Musabaqah Hafalan al-Quran &#38; Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud Tingkat Internasional di masa mendatang. Atase Kerajaan Saudi Arabia [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia telah secara resmi ditunjuk tuan rumah tetap Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud</p>
<p><strong>Hidayatullah.com &#8212; </strong>Jika tak ada aral melintang, Indonesia akan menjadi tuan rumah <em>Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud Tingkat Internasional </em>di masa mendatang. Atase Kerajaan Saudi Arabia bersama Departemen Agama Republik Indonesia punya obsesi agar perhelatan ini mendunia.</p>
<p>Selama ini dari Atase Saudi Arabia dan Depag memang sudah mewacanakan hal tersebut. Mereka berharap agar perhelatan tahunan ini tidak saja sebatas pada level nasional atau Asia Pasifik, tapi bisa mendunia.</p>
<p>&#8220;Kita punya obsesi ke sana. Ini memang sudah kita wacanakan,&#8221; kata Koordinator Sekretariat MHQH Asia Pasifik 2010, Ghunaim Ihsan, ditemui Hidayatullah.com di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (4/10).</p>
<p><span id="more-1016"></span>Apalagi Indonesia, lanjut Ghunaim, secara resmi telah ditunjuk sebagai tuan rumah tetap Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud ini.</p>
<p>&#8220;Di awal sudah ada kesepakatan-kesepakatan antara Atase Agama Saudi dengan Kementerian Agama Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Dipilihnya Indonesia dirasa tepat, sebab kata Ghunaim, Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia adalah negara yang pertama mengusulkan penyelenggaraan lomba yang disponsori langsung oleh Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud.</p>
<p>Hubungan harmonis ini berawal dari kunjungan Ketua Mahkamah Agung Arab Saudi Syaikh Dr Shalih bin Abdullah al Humaid pada tahun 2007. Dia juga sekaligus utusan khusus Sultan ketika itu. Sekembalinya dari Indonesia, al Humaid pun langsung menyampaikan keinginan Indonesia tersebut ke Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud. Atas kesepahaman tersebut, kerjasama ini pun berkelanjutan hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;Musabaqah Asia Pasifik di Indonesia ini adalah pertama kali diadakan di luar Arab Saudi,&#8221; papar Ghunaim.</p>
<p>Ghunaim menjelaskan, tujuan acara ini adalah sebagai wadah perekat dan pemersatu ukhuwah Islamiah, terkhusus bagi negara-negara peserta.</p>
<p>&#8220;Dalam satu kamar, di dalamnya kita gabungkan pesertanya dari berbagai negara,&#8221; jelas Ghunaim.</p>
<p>Hal tersebut, kata Ghunaim, agar para peserta lebih akrab dan bisa saling berinteraksi. Ini sebagaimana tujuan acara MHQH sendiri sebagai wadah perekat ukhuwah antar kaum muslimin.</p>
<p>Sementara itu, biaya akomodasi dan transportasi peserta dan <em>official </em>Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud Tingkat Asia Pasifik di Indonesia tahun 2010, seluruhnya ditanggung oleh penyelenggara.</p>
<p>Pelayanan agak khusus diterima peserta dari Mindanau. Sebanyak 8 peserta dari Filipina, 4 di antaranya berasal dari wilayah bergejolak di Mindanau. Sedangkan 4 peserta lainnya dari Metro Manila.</p>
<p>Sehingga, kata Ghunaim, mereka diberikan perhatian khusus berupa tanggungan biaya seluruhnya mulai berangkat dari kampung halaman sampai ke tempat acara.</p>
<p>&#8220;Penyelenggara menjamin semua biaya mereka pulang pergi,&#8221; imbuh Ghunaim.</p>
<div><strong>Juara Umum<br />
</strong></div>
<div>Sementara itu, juara umum Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits Tingkat Asia Pasifik kebanyakan berasal dari Indonesia.</div>
<p>Kategori 30 Juz<br />
1. Muhammad Rasyid &#8211; Indonesia<br />
2. Ahmad Mujahid bin Salleh Sani &#8211; Malaysia<br />
3. Ahmad Muzakkir Abdurrahman &#8211; Indonesia</p>
<p>Kategori 20 Juz<br />
1. Muhammad Salim Ghazali &#8211; Indonesia<br />
2. Zaenal Muttaqin &#8211; Indonesia<br />
3. Muhammad Ezmir Kushairy bin Roslee &#8211; Malaysia</p>
<p>Kategori 15 Juz<br />
1. Ahmad Fauzi Abdurrahman &#8211; Indonesia<br />
2. Muhammad Anshor &#8211; Indonesia<br />
3. Heitham Sabri &#8211; Australia</p>
<p>Kategori 10 Juz<br />
1. Zainuddin &#8211; Indonesia<br />
2. Muhammad Al-Nawawi bin Borhan &#8211; Malaysia<br />
3. Aliyuddin &#8211; Indonesia</p>
<p>Kategori Hafalan Hadits<br />
1. Muhammad Abdullah Imaduddin &#8211; Indonesia<br />
2. Abdullah Fudhail Ibnul Hadi &#8211; Indonesia<br />
3. Ferdi Zanuar Azan – Indonesia.</p>
<p>http://hidayatullah.com/berita/berita-atase-saudi-arabia/13540-indonesia-akan-jadi-tuan-rumah-musabaqah-internasional</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Findonesia-akan-jadi-tuan-rumah-musabaqah-internasional%2F&amp;title=Indonesia%20Akan%20Jadi%20Tuan%20Rumah%20Musabaqah%20Internasional" id="wpa2a_12"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/indonesia-akan-jadi-tuan-rumah-musabaqah-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musabaqah Asia Pasifik Berjalan Lancar</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/musabaqah-asia-pasifik-berjalan-lancar/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/musabaqah-asia-pasifik-berjalan-lancar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 01:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbaar]]></category>
		<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Lancar]]></category>
		<category><![CDATA[musabaqah]]></category>
		<category><![CDATA[Pasifik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Penutupan sekaligus pemberian hadiah akan dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Selasa (5/10) siang Hidayatullah.com &#8212; Perhelatan Musabaqah Hafalan al-Quran &#38; Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud Tingkat Asia Pasifik di Indonesia tahun 2010 berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti. Hal itu dikatakan oleh Koordinator Sekretariat MHQH Asia Pasifik [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Penutupan sekaligus pemberian hadiah akan dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Selasa (5/10) siang</p>
<p><strong>Hidayatullah.com</strong> &#8212; Perhelatan Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud Tingkat Asia Pasifik di Indonesia tahun 2010 berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti. Hal itu dikatakan oleh Koordinator Sekretariat MHQH Asia Pasifik 2010, Ghunaim Ihsan, Lc.</p>
<p>Ghunaim menambahkan, penutupan sekaligus pemberian hadiah akan dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Selasa (5/10) siang.</p>
<p>&#8220;Semua peserta selepas Dhuhur ini akan langsung menuju Istana,&#8221; kata Ghunaim ditemui Hidayatullah.com di Hotel Grand Melia, Jakarta, Senin (04/10).</p>
<p><span id="more-1013"></span>Disebutkan Ghunaim, beberapa tamu kehormatan yang akan hadir pada penutupan tersebut di antaranya adalah Imam dan Khotib Masjidil Haram Syaikh Su&#8217;ud asy-Syuraim, Ketua WAMY sekaligus Menteri Urusan Islam dan Wakaf Arab Saudi Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Alu Syaikh, Ketua Mahkamah Agung Arab Saudi Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah al Humaid yang juga utusan khusus Pangeran Sultan. Akan hadir juga Ketua Majelis Ulama Saudi Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al-Mani&#8217;.</p>
<p>Sedangkan Imam Besar Masjid Madinah Syaikh Sa&#8217;ad Al Ghomidi yang sebelumnya dijadwalkan hadir, disampaikan tidak bisa hadir.</p>
<p>&#8220;Beliau berhalangan,&#8221; jelas Ghunaim.</p>
<p>Selain nama-nama yang disebutkan tersebut, kata Ghunaim, akan hadir pula semua kepala kedutaan  dari seluruh negara peserta Musabaqah Asia Pasifik ini.</p>
<p>Musabaqah tingkat Asia Pasifik ini diikuti 103 peserta. Sebanyak 22 orang dari Indonesia, 23 orang dari Thailand, 8 orang dari Filipina, 4 orang dari Singapura, 5 orang dari Myanmar, 12 orang dari Malaysia, 8 orang dari Brunei Darussalam, 4 orang dari Vietnam, 3 orang dari Tajikiztan, 3 orang dari Kazakhstan, 4 orang dari Australia, 4 orang dari New Zealand, dan 2 orang dari Kyrgistan.</p>
<p>Kategori lomba meliputi Hafalan Alquran 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz, serta hafalan hadis. Adapun pemenang akan mendapatkan hadiah 1.000 dolar AS, belum termasuk umroh sebagai tamu kerajaan. Sementara peserta yang belum berhasil akan membawa pulang uang saku sebesar 100 dolar AS. Selain itu, uang tiket pulang-pergi para peserta juga ditanggung penyelenggara. [ain/hidayatullah.com]</p>
<p>http://hidayatullah.com/berita/berita-atase-saudi-arabia/13538&#8211;musabaqah-asia-pasifik-berjalan-lancar</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fmusabaqah-asia-pasifik-berjalan-lancar%2F&amp;title=Musabaqah%20Asia%20Pasifik%20Berjalan%20Lancar" id="wpa2a_14"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/musabaqah-asia-pasifik-berjalan-lancar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Paket” yang Mewakili Indonesia di Asia Pasifik</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/anak-paket-yang-mewakili-indonesia-di-asia-pasifik/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/anak-paket-yang-mewakili-indonesia-di-asia-pasifik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 08:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbaar]]></category>
		<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pasifik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[Saturday, 02 October 2010 Berkah dari hafalan al-Qur&#8217;an membuat ia terpaksa menolak-nolak tawaran beasiswa studi di beberapa kampus di Luar Negeri Hidayatullah.com&#8211;Sejumlah anak muda tampak berbincang sambil berdiri, terdengar celetukan di antara mereka. Sesekali tertawa kecil bersamaan. Mereka meriung di depan gedung Sekertariat Acara MHQH di Komplek Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jl. Nangka no [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saturday, 02 October 2010</p>
<div>Berkah dari hafalan al-Qur&#8217;an membuat ia terpaksa menolak-nolak tawaran beasiswa studi di beberapa kampus di Luar Negeri</div>
<p><strong>Hidayatullah.com&#8211;</strong>Sejumlah anak muda tampak berbincang sambil berdiri, terdengar celetukan di antara mereka. Sesekali tertawa kecil bersamaan. Mereka meriung di depan gedung Sekertariat Acara MHQH di Komplek Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jl. Nangka no 60 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.</p>
<p>Kamis malam pekan lalu (23/09) itu adalah malam terakhir penyambutan peserta <em>Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits Pangeran Sultan </em><em>Bin A</em><em>bdul Aziz Alu Su&#8217;ud (</em>MTQH) ke IV Tingkat Nasional 2010 di Jakarta. Malam dingin selepas Maghrib yang baru saja diterpa hujan tersebut dipergunakan peserta untuk saling berkenalan antar satu sama lain, sembari menunggu proses registrasi dan <em>check in </em>peserta.</p>
<p><span id="more-1000"></span>Salah satu peserta yang sempat ditemui <a href="http://www.hidayatullah.com/">hidayatullah.com</a> malam itu adalah Ahmad Muzakkir Abdurrahman. Kesan pertama, tidak susah untuk bersosialisasi dengan peserta dari Kalimantan Timur ini. Pembawaannya santai dan familiar. Sejak kali pertama saling menyapa, perbincangan malam itu mengalir ke sana kemari. Dia didampingi seorang berkacamata minus. Tubuhnya lebih besar darinya.</p>
<p>&#8220;Saya sama adik saya, Ahmad Fauzi,&#8221; kata Muzakkir sembari tersenyum menyebutkan nama orang yang ada didekatnya itu. Mereka adalah adik kakak.</p>
<p>Sebagaimana peserta yang lain, Muzakkir sibuk memainkan <em>keypad </em>HP nya. Dia sedang mengirimkan SMS. Sebagian besar peserta malam itu memang baru tiba dari daerah masing-masing. Rata-rata naik pesawat terbang. Barangkali mereka sedang sibuk melaporkan ke kerabat di kampung kalau sudah tiba di Jakarta.</p>
<p><strong>Mewakili Indonesia</strong></p>
<div>Pada <em>Musabaqah Hafalan al-Quran &amp; Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud </em>(MTQH) tingkat Nasional ini Ahmad Muzakkir sukses meraih posisi Terbaik I  pada kategori 30 Juz dengan nilai 98,5. Sedangkan adiknya, Ahmad Fauzi Abdurrahman juga merebut Terbaik I pada kategori 15 Juz dengan nilai 99,00. Mereka pun didaulat mewakili Indonesia pada level MHQH Tingkat Asia Fasifik yang digelar sejak hari ini.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa menang,&#8221; selorohnya.</p>
<p>Muzakkir adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Sejak kecil hingga sekarang Muzakkir lebih banyak menempuh pendidikan di Pesantren.</p>
<p>Di masa SD hingga tingkat SMP, dia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Sedangkan masa SMA dia habiskan di Pondok Pesantren Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).</p>
<p>Dia dan Ahmad Fauzi, adiknya, mengaku tidak menempuh pendidikan formal kecuali di pesantren. Padahal ayahnya, Abdurrahman, adalah orang Diknas di Samarinda. Tapi ayahya lebih memilih anaknya masuk pesantren dan menjadi penghafal al-Qur&#8217;an.</p>
<p>&#8220;Bapak saya di Diknas, tapi anaknya paket, &#8221; selorohnya sambil tertawa.</p>
<p>Meski demikian,  bagi Muzakkir adalah hal biasa. Dari 3 bersaudara, hanya adiknya, Nur Zakiah Drajat, yang menempuh pendidikan formal. Semuanya masuk pesantren.</p></div>
<div>&#8220;Karena ibu ingin agar dia jadi dokter,&#8221; katanya.</p>
<p>Berkah dari hafalan al-Qur&#8217;an rupanya telah mengantarkannya bisa diterima sekolah di mana-mana. Terutama kampus Islam di luar negeri. Dia sempat ditawari untuk tes dan masuk ke Universitas Madinah, Saudi Arabia. Namun Muzakkir menolak.</p>
<p>&#8220;Soalnya Wagub (Kaltim, red) sudah duluan memberi beasiswa ke Universitas Ahgaff, Tarim Hadhramaut, <em>ndak </em>enak kalau <em>ngambil </em>yang lain lagi,&#8221; kata anak dari Abdurrahman Daeng Lopo dan Sitti Aisyah Gani Tamba ini.</p>
<p>Muzakkir mengaku, menghafal al-Qur&#8217;an sebenarnya sangat mudah.</p></div>
<p>&#8220;Kuncinya satu, baca!,&#8221; katanya.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an pada dasarnya sangat mudah dipelajari dan dihafalkan. Yang kadang jadi masalah, kata dia, adalah beban dalam diri yang selalu menuntut untuk menambah dan menambah. Padahal perkara menambah jumlah hafalan sangat mudah, justru yang susah adalah mempertahankan nya.</p>
<p>Muzakkir punya trik khusus untuk selalu bisa mengingat hafalannya. Caranya, setiap hari minimal dia harus mengaji atau mengulang hafalan sebanyak 2 halaman. Itu bisa dilakukan sambil duduk, jalan-jalan, atau bahkan sambil bermain <em>Facebook.</p>
<p></em>&#8220;Kalau benar-benar sibuk dan waktunya sempit, ya satu halaman cukup,&#8221; ujar pria penggemar berat pemain bola asal Belanda Robin van Persie ini.</p>
<p>Buah kesuksesannya, kini, Muzakkir mewakili Indonesia di ajang MHQH tingat Asia Pasifik. Dalam ajang tahunan kali ini, Muzakkir mengaku mempunyai beban lebih berat.</p>
<p>Untuk laga kali ini, Muzakkir tak bisa main-main. Pasalnya, MHQH tingkat Asia Fasifik akan menghadirkan tiga orang juri ahli yang didatangkan dari Arab Saudi. Mereka adalah Syaikh Khalid bin Ali Al Ghamidi, imam Masjidil Haram dan Syaikh Ibrahim bin Said Al Gashari, Guru Besar Universitas Imam Ibn Suud, Riyadh, dan salah satu anggota Dewan Juri Internasional Syaikh Muhammad Makki Hidayatullah.</p>
<p>&#8220;Ini tantangan baru, mudah-mudahan bisa membanggakan,&#8221; ujarnya pada <a href="http://www.hidayatullah.com/">hidayatullah.com</a>. [<strong>Ainuddin Chalik</strong>/<a href="http://www.hidayatullah.com/">hidayatullah.com</a>]</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fanak-paket-yang-mewakili-indonesia-di-asia-pasifik%2F&amp;title=Anak%20Paket%E2%80%9D%20yang%20Mewakili%20Indonesia%20di%20Asia%20Pasifik" id="wpa2a_16"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/anak-paket-yang-mewakili-indonesia-di-asia-pasifik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Pertama Kategori Hafalan 30 Juz Meraih Rp 36 juta</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/pemenang-pertama-kategori-hafalan-30-juz-meraih-rp-36-juta/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/pemenang-pertama-kategori-hafalan-30-juz-meraih-rp-36-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 16:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbaar]]></category>
		<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[abdul]]></category>
		<category><![CDATA[al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Aziz]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[hafal]]></category>
		<category><![CDATA[musabaqah]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Pemenang dipersiapkan kembali untuk mengikuti Musabaqah hafalan al-Quran dan Hadits tingkat Asia Pasifik idayatullah.com&#8211; Acara Musabaqah Hafalan al-Quran dan Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud (MTQH) ke IV Tingkat Nasional 2010 yang berlangsung selama 3 hari di Kompleks Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jl. Nangka no 60 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, secara [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pemenang dipersiapkan kembali untuk mengikuti Musabaqah hafalan al-Quran dan Hadits tingkat Asia Pasifik</p>
<p><em><strong>idayatullah.com&#8211;</strong></em> Acara Musabaqah Hafalan al-Quran dan Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su&#8217;ud (MTQH) ke IV Tingkat Nasional 2010 yang berlangsung selama 3 hari di Kompleks Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jl. Nangka no 60 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, secara resmi telah ditutup.</p>
<div>Pada saat yang sama, dewan hakim mengumumkan pemenang dari masing-masing kategori.</div>
<div>Hadiah diberikan kepada pemenang pertama Kategori hafalan 30 Juz al-Quran yakni sebesar Rp 36 juta. Sementara hadiah dengan jumlah terendah yakni Rp 11 juta diberikan kepada pemenang ketiga kategori hafalan 10 juz al-Quran. Bagi para pemenang hafalan hadits mendapatkan Rp 22 juta, bagi pemenang pertama.</div>
<div><span id="more-990"></span></div>
<div>Sebanyak Rp 20 juta untuk pemenang kedua dan pemenang ketiga mendapatkan Rp 18 juta. Jumlah tersebut disamakan dengan para pemenang di kategori hafalan 20 juz al-Quran. Mereka pun kini dipersiapkan kembali untuk mengikuti Musabaqah hafalan al-Quran dan Hadits tingkat Asia Pasifik yang akan diselenggarakan awal Oktober mendatang. Peserta lainnya, hari ini pulang ke daerahnya masing-masing dan diberikan hadiah sebesar Rp 450 ribu.</div>
<div>Di bawah ini nama-nama pemenangnya:</div>
<div><strong>Kategori hafalan 30 juz al-Quran:<br />
</strong>1. Ahmad Muzzakir Abdurrahman, LPTQ provinsi Kalimantan Timur<br />
2. Anshoruddin, LPTQ povinsi Jawa Barat<br />
3. Muhammad Rasyid, PPTQ Al Muzahwirah, Makassar<br />
<strong>Kategori hafalan 20 juz al-Quran:<br />
</strong>1. Zaenal Mutaqin, ponpes Tamrinu Shibyan Bekasi<br />
2. M. Salim Ghazali, Perguruan tinggi ilmu al Quran Jakarta<br />
3. Ulul Amri, LPTQ Banten<br />
<strong>Kategori Hafalan 15 juz al-Quran:<br />
</strong>1. Ahmad Fauzi Abdurrahman, LPTQ Kalimantan Timur<br />
2. M.Anshor, Ponpes As&#8217;adiyah wajo Sulawesi selatan<br />
3. Rahmat Agung Prasetyo, Ma’had Tahfiz Abubakar Assidiq, Jogjakarta<br />
<strong>Kategori hafalan10 juz al-Quran:<br />
</strong>1. Aliyuddin, LPTQ Prov Papua Barat<br />
2. Abdullah, Ponpes Ibnu Taimiyah Bogor<br />
3. Zainuddin, LPTQ Prov Kalimantan Tengah<br />
<strong>Kategori hafalan Hadits:</strong><br />
1. M. Abdullah imaduddin, Ponpes Al Irsyad Al Islamy, Semarang<br />
2. Harits bukhari, Ponpes Imam Bukhori Karanganyar<br />
3. Abdullah Fudhail Ibnul Hadi, Ponpes Al Madinah Al Islamy, Solo</div>
<div>Acara penutupan  juga dihadiri oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Muhammad Amin Al khayaath, Mendiknas M. Nuh, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Nasaruddin Umar, mantan Menteri Agama yang juga perintis acara ini M. Maftuh Basyuni, serta para duta besar negara-negara Islam di Indonesia dan para pemuka agama.</div>
<p>http://hidayatullah.com/berita/berita-atase-saudi-arabia/13429-pemenang-pertama-kategori-hafalan-30-juz-meraih-rp-36-juta-</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fpemenang-pertama-kategori-hafalan-30-juz-meraih-rp-36-juta%2F&amp;title=Pemenang%20Pertama%20Kategori%20Hafalan%2030%20Juz%20Meraih%20Rp%2036%20juta" id="wpa2a_18"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/pemenang-pertama-kategori-hafalan-30-juz-meraih-rp-36-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Membaca Al-Qur’an</title>
		<link>http://ustadzridwan.com/keutamaan-membaca-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://ustadzridwan.com/keutamaan-membaca-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 13:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlQur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Al Qur’an]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzridwan.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)</p>
<p>Ada dua cara seseorang di dalam membaca kitab Allah. Pertama, tilawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala berita yang ada di dalamnya dan menerapkan hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, tilawah lafhzhiyyah atau qira’atul Qur’an, banyak sekali nash-nash yang menyebut keutamaannya. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”</p>
<p><span id="more-899"></span></p>
<p>Dalam Shahihain, disebutkan pula hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”</p>
<p>Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Qur’an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.</p>
<p>Dalam Shahih Muslim disebutkan riwayat dari Abu Umamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena pada hari Kiamat nanti dia akan datang sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.”</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia mendapatkan satu kebaikan, sedangkan kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>Keutamaan-keutamaan ini meliputi seluruh kandungan isi Al-Qur’an. Banyak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan keutamaan surat-surat tertentu, misalnya surat Al-Fatihah. Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan dari Abu Sa’id bin Mu’alla bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepadanya, “Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur’an, yaitu Alhamdulillaahi Rabbi l-‘alamiin (Al-Fatihah). Ini adalah tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qur’an agung yang diberikan kepadaku.”</p>
<p>Oleh karena keutamaannya itu, maka membacanya menjadi bagian dari rukun shalat. Shalat tidak akan menjadi sah tanpa membaca Al-Fatihah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak sah shalat bagi siapa yang tidak membaca Al-Fatihah.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p>Surat dalam Al-Qur’an lainnya yang memiliki keutamaan tersendiri adalah surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah surat Az-Zahrowain, yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran. Karena sesungguhnya keduanya akan datang pada hari Kiamat seperti dua buah awan atau seperti dua kawanan burung yang sedang terbang berbaris membela orang-orang yang biasa membacanya. Bacalah surat Al-Baqarah karena membacanya membawa berkah sedangkan meninggalkannya akan menyebabkan penyesalan. Surat ini tidak akan bisa dibaca oleh para tukang sihir.” (HR. Muslim)</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah, tidak akan bisa dimasuki setan.” (HR. Muslim)</p>
<p>Surat lainnya yang mempunyai keutamaan khusus adalah surat Al-Ikhlas. Dalam Shahih Bukhari disebutkan riwayat dari Abu Said Al-Khudri bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku, sesungguhnya ia sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.”</p>
<p>Selain itu, surat yang memiliki keutamaan tersendiri adalah surat Al-Falaq dan An-Nas, atau biasa disebut mu’awwidzatain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kamu beberapa ayat yang diturunkan pada hari ini yang belum pernah sebanding dengannya? Yaitu Qul ‘a’udzibi Rabbi l-falaq, dan Qul ‘a’udzubi Rabbi n-nas.” (HR. Muslim)</p>
<p>Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi kita untuk bersungguh-sungguh memperbanyak bacaan Al-Qur’an yang penuh berkah, apalagi di bulan Ramadhan. Para Salafush Shalih dahulu selalu memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Imam Malik, jika Ramadhan tiba, maka beliau berhenti dari membaca hadits dan majelis-majelis ilmu (berhenti mengajar) untuk kemudian berganti membaca Al-Qur’an. Imam Qatadah selalu meng-khatam-kan bacaan Al-Qur’an setiap tujuh hari sekali, sedangkan pada bulan Ramadhan meng-khatam-kannya setiap tiga hari sekali, dan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan meng-khatam-kannya setiap hari.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>Kajian Romadhon, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: Al-Qowam</p>
<p>(http://belajarislam.com/al-quran/335-keutamaan-membaca-al-quran)</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fustadzridwan.com%2Fkeutamaan-membaca-al-qur%25e2%2580%2599an%2F&amp;title=Keutamaan%20Membaca%20Al-Qur%E2%80%99an" id="wpa2a_20"><img src="http://ustadzridwan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzridwan.com/keutamaan-membaca-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
